<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arashirin's Weblog</title>
	<atom:link href="http://arashirin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arashirin.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Dec 2008 10:58:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arashirin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Arashirin's Weblog</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arashirin.wordpress.com/osd.xml" title="Arashirin&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arashirin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mencintai Orang Yang Spesial&#8230;</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/mencintai-orang-yang-spesial/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/mencintai-orang-yang-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 10:58:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wistful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/mencintai-orang-yang-spesial/</guid>
		<description><![CDATA[Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yg kamu rasakan. Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang, tetapi membutuhkan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang. Cinta adalah ketika kamu membawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=6&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yg kamu rasakan. Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang, tetapi membutuhkan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang. Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran, dan romantis dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka, tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita. Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai, dan tidak pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama. Perasaan itu adalah percakapan termanis yg pernah kamu rasakan. Benarlah bahwa kita tidak tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangan itu?? tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu apa yang hilang sampai itu ada. Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga!!! Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh di dalam hati mereka. Tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh di dalam hatimu. Ada hal yang ingin kamu dengar, tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang dari mereka kamu ingin dengar. Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu tidak mendengar itu dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya. Jangan pernah berkata selamat tinggal, jika kamu masih ingin mencoba. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju. </span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi, bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan. Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu! Jangan melihat dari kekayaan,itu bisa menghilang. </span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum. karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum. Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia. </span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang kamu impikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang ingin dilakukan. Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia. Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. </span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">J</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">ika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga. Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan. </span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka. Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal. </span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka. Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba. Mereka hanya bisa menghargai orang-orang yang penting yang telah menyentuh hidup mereka. </span></p>
<p style="line-height:15.6pt;"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Cinta mulai dengan senyuman, tumbuh dengan ciuman dan berakhir dengan air mata. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum. Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling kamu menangis. Karena kamu begitu berharga bagi orang di sekeliling kamu, tunjukkanlah cinta dari hatimu dan biarkan sekeliling kamu menyadari bahwa mereka berarti buat kamu dan kamu berarti bagi diri mereka. </span><span style="font-family:Georgia;"></span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=6&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/mencintai-orang-yang-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tetaplah Tersenyum</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/tetaplah-tersenyum/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/tetaplah-tersenyum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 10:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wistful]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/tetaplah-tersenyum/</guid>
		<description><![CDATA[Bila harapan tak sesuai dengan kenyataan yang ada&#8230;.. Tetaplah tersenyum Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana mimpi belum menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya.   “Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya…” (QS Al mu&#8217;min:60).   Tak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=153&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Bila harapan tak sesuai dengan kenyataan yang ada&#8230;.. Tetaplah tersenyum </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana mimpi belum menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">“Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya…” (QS Al mu&#8217;min:60). </span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Tak ada yang dapat meragukan janji-Nya. Berdo’a kepada Allah adalah sebuah investasi. Yang tidak akan membuat </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">investornya merugi. Karena penjaminnya adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dzat Yang Maha Belas Kasih, yang tak akan pernah ingkar janji. Tidak akan sia-sia munajat yang kita mohonkan pada-Nya, baik di waktu siang apalagi di sepertiga malam. Ketika lebih banyak makhluk-Nya yang tertidur pulas, dalam dekapan dinginnya malam dan hangatnya selimut tebal. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Jika belum ada perubahan berarti tentang rencana-rencana kita, tetaplah tersenyum. Allah lebih mengetahui apa-apa yang baik untuk kita. Yakinlah, bahwa: </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">“Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan.” (QS An Nahl:1). </span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Allah Maha Mengetahui kapan sesuatu pas untuk kita, baik dalam sisi timing maupun momentnya. Allah, Pencipta alam raya ini, adalah sutradara yang Maha Hebat, yang tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Selama kita yakin akan kekuasaan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Jika semua serasa mandeg, tak ada kemajuan berarti. Tetaplah juga tersenyum. Allah punya cara sendiri untuk membuat kita senantiasa dekat dengan-Nya. Mungkin, semua ini dibuat-Nya supaya kita selalu hanyut dalam sujud-sujud panjang di penghujung malam. Senantiasa larut dalam tangis penuh harap dan takut, dalam buaian doa-doa panjang nan khusyuk. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Semua tak akan disia-siakan begitu saja. Allah, mencatat setiap upaya yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Segala sesuatu yang kita perbuat, sekecil apa pun itu, akan menuai balasan di sisi-Nya kelak. Niatkan semuanya hanya untuk meraih ridha-Nya, agar perjuangan hebat ini tak hanya bermakna sementara. InsyaAllah kita akan memetik buahnya kelak, di waktu yang telah Allah tentukan. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dunia ini fana. Tak ada yang kekal didalamnya. P</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">erjuangan ini, pengorbanan ini, juga kesulitan ini. InsyaAllah, suatu hari nanti, harapan akan berbuah kebahagiaan. Kesulitan menjelma menjadi kemudahan. Karena, sekali lagi, Allah telah menjamin: </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al Insyirah: 5-6) </span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">“Allah pasti akan memberikan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisi-Nya.” (QS Al Maidah:52) </span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Tetaplah berbaik sangka kepada Allah. Tetaplah berharap sepenuh hati kepada-Nya. Tetaplah gantungkan asa setinggi apa pun itu, hanya kepada-Nya. Sekali lagi, hanya kepada-Nya. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">“Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al A&#8217;raf: 56) </span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">“…Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf: 87). </span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dan, jika akhirnya harapan tidak menjelma seperti yang kita impikan, tetaplah terus berbaik sangka kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Karena ;</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216). </span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Teruslah berjuang. Demi sebuah azzam yang dipancangkan untuk meraih ridho Ilahi Robbi. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Wallohua&#8217;lam bishshowwab. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">(Special for my soul mate: Go a head and keep smiling! For good times and bad times I&#8217;ll be to step behind you forever-more. InsyaAllah…) </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=153&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/tetaplah-tersenyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>seorang wanita berjilbab rapi</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/seorang-wanita-berjilbab-rapi/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/seorang-wanita-berjilbab-rapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 10:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/seorang-wanita-berjilbab-rapi/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Sang guru berkata, &#8220;Saya punya permainan.. caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah &#8220;Kapur!&#8221;, namun jika saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=152&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Sang guru berkata, &#8220;Saya punya permainan.. caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah &#8220;Kapur!&#8221;, namun jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah &#8220;Penghapus!&#8221;. Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, &#8220;Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah &#8220;Penghapus!&#8221;, tapi jika saya angkat penghapus, maka katakanlah &#8220;Kapur!&#8221;. Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tentu saja murid-murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. &#8220;Anak-anak, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik nilai. Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, selingkuh dan zinah tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, materialistis dan permisive kini menjadi suatu gaya hidup pilihan, tawuran menjadi trend pemuda.. dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham..?&#8221; Tanya Ibu Guru kepada murid-muridnya. &#8220;Paham, Buu&#8230;&#8221; Baik permainan kedua..&#8221; begitu Bu Guru melanjutkan. &#8220;Bu Guru punya Qur&#8217;an, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri di luar karpet. Permainannya adalah bagaimana caranya mengambil Qur&#8217;an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet? Murid-Muridnya berpikir keras. Ada yang punya alternatif dengan tongkat, dan lain-lain. Akhirnya sang guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya, dan ia ambil Qur&#8217;annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. &#8220;Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya.. musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan.. karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah. Premanpun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.&#8221;Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu satu-persatu, baru rumah dihancurkan..&#8221;</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">&#8220;Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian, dan lain-lain, sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka.. dan itulah yang mereka inginkan. Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kalian.. paham anak-anak?&#8221;Paham, Buu!&#8221; &#8220;Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Islam, Bu? &#8221; tanya mereka. &#8220;Sesungguhnya dahulu mereka terang-terangan menyerang, semisal Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.&#8221;<span>  </span>&#8220;Begitulah Islam.. kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya ambruk. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar.&#8221;</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Kalau saja ummat Islam di Ambon tidak diserang, mungkin umat Islam akan lengah terhadap sesuatu yang sebenarnya selalu mengincar mereka. &#8220;Paham anak-anak?&#8221; </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">&#8220;Paham, Buu..&#8221; &#8220;Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang..&#8221;Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=152&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/12/06/seorang-wanita-berjilbab-rapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penghancuran Keluarga melalui Amandemen UU Perkawinan</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/14/penghancuran-keluarga-melalui-amandemen-uu-perkawinan/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/14/penghancuran-keluarga-melalui-amandemen-uu-perkawinan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 10:10:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/01/14/penghancuran-keluarga-melalui-amandemen-uu-perkawinan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Kholda Naajiyah Siapa yang paling bahagia pasca pernikahan kedua Aa Gym? Anda pasti menduga Aa Gym sendiri dan Alfarini, istri keduanya. Tapi, sepertinya bukan. Memang, sebagai pengantin baru mustinya mereka menikmati masa-masa bulan madu penuh kebahagiaan. Namun, “tekanan” opini media massa atas poligami itu sendiri malah mengguncang keluarga tersebut. Mereka menjadi bulan-bulanan media, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=157&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-content"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Oleh: <b>Kholda Naajiyah</b></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Siapa yang paling bahagia pasca pernikahan kedua Aa Gym? Anda pasti menduga Aa Gym sendiri dan Alfarini, istri keduanya. Tapi, sepertinya bukan. Memang, sebagai pengantin baru mustinya mereka menikmati masa-masa bulan madu penuh kebahagiaan. Namun, “tekanan” opini media massa atas poligami itu sendiri malah mengguncang keluarga tersebut. Mereka menjadi bulan-bulanan media, bahkan sampai menyeret perhatian Presiden SBY segala.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Lain halnya dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP) Meutia Hatta. Dengan wajah berseri-seri, beliau menjelaskan akan rencana revisi Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 1083 tentang poligami bagi PNS. Nantinya, tak hanya PNS, aturan poligami akan diperketat dan diperluas bagi seluruh elemen masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Di belakang Menneg PP, para aktivis yang mengklaim sebagai pejuang hak perempuan berbunga-bunga. Betapa tidak, upaya amandemen UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 yang juga memuat pasal tentang poligami seolah menemukan momennya. Amandemen UU Perkawinan yang telah lama digagas para aktivis yang mengklaim pembela hak perempuan, menemukan cahaya cerah. Minimal berpeluang besar untuk kembali dilirik, dengan harapan kemudian dibahas dan dapat digolkan. Dengan demikian, tampaknya para aktivis perempuan inilah yang mendapat berkah kebahagiaan atas poligami Aa Gym.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><b>Kritisi Draft Amandemen UUP</b></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Kerangka amandemen UU Perkawinan telah lama disusun oleh para aktivis perempuan, pasca kegagalan mengusung <i>Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam</i> (CLDKHI) yang  dimotori Feminis Musdah Mulia. CLDKHI memang secara terang-terangan dan frontal menyerang Islam, karena itu langsung dianulir.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Namun, para penggagas CLDKHI tak kurang akal. Mereka berupaya memasukkan substansi-substansi CLDKHI dalam peraturan perundang-undangan yang lain. Diantaranya berhasil digolkan menjadi hukum positif, seperti UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) yang berhasil memotivasi kaum perempuan untuk berani melawan suami dan berani bercerai; UU Perlindungan Anak (UU PA) yang meliberalkan anak-anak sejak dini dan menegasikan peran orang tua dalam mendidik anak; serta UU Kewarganegaraan yang semakin melegalkan pernikahan campuran beda agama (yang dalam agama tertentu (baca: Islam) dilarang) dan memudahkan pelegalan anak hasil perzinaan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Nah, dalam hal pelarangan poligami sebagaimana dikehendaki CLDKHI, mereka membidik UU Perkawinan. Poligami ditentang habis-habisan dan diupayakan untuk dihapuskan sama sekali. Hal ini bisa dilihat dari draft amandemen UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 versi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik yang menghendaki dihapuskannya pasal 3, 4 dan 5 tentang poligami dalam UU Perkawinan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Sederet argumen dikemukakan. Antara lain, poligami merupakan bentuk subordinasi dan diskriminasi terhadap perempuan, bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami hanya untuk kepentingan biologis, menempatkan perempuan sebagai <i>sex provider</i>. Argumen-argumen yang seolah masuk akal, padahal sejatinya hanya dibangun berdasarkan asumsi dan justifikasi subjectif.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Selain pasal poligami, pasal 7 berbunyi “<i>Perkawinan diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun</i>” diganti dengan “<i>Perkawinan hanya diizinkan jika kedua belah pihak berumur di atas 18 tahun</i>”. Alasannya, pembedaan usia minimal pernikahan antara laki-laki dan perempuan adalah bias gender. Hal ini sejalan dengan UU Perlindungan Anak yang mendefinisikan anak adalah orang yang belum berusia 18 tahun.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Bila ditelaah, penetapan angka 18 tahun ini mengandung maksud, yakni untuk meninggikan usia pernikahan dengan harapan usia reproduksi perempuan akan semakin pendek. Bagaimana tidak, dengan kampanye 4T yang mereka gembar-gemborkan, maka peluang lahirnya generasi dari kaum wanita semakin sempit.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><b><i>4T</i></b> tersebut adalah (1) Tidak terlalu dini (maksudnya jangan nikah muda, dengan dalih mengganggu kesehatan reproduksi); (2) Tidak terlalu banyak (maksudnya dua anak cukup, selaras dengan program KB dengan dalih demi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup); (3) Tidak terlalu dekat (maksudnya jarak kelahiran anak jangan terlalu dekat dengan dalih mengganggu kesehatan  reproduksi); dan (4) Tidak terlalu tua (maksudnya, jangan melahirkan anak lebih dari usia 34 tahun, dengan dalih risiko tinggi).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Kampanye ini terkait dengan upaya menghentikan proses regenerasi. Siapa yang dibidik? Tentu saja kaum muslimin. Jumlah kaum muslimin yang banyak, menjadi ancaman bagi eksistensi ideologi sekular-kapitalis. Untuk itu, di negeri-negeri muslim perlu direkayasa upaya menekan proses regenerasi ini. Padahal di negeri-negeri Barat sendiri, penduduknya justru didorong untuk memiliki anak banyak karena saat ini di sana dilanda penuaan penduduk dan terancam <i>loss generation</i>.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Selain pasal di atas, pasal 11 berisi masa iddah bagi wanita bercerai, dikehendaki untuk diberlakukan juga bagi laki-laki. <i>Aneh bin ajaib</i>! Saking pengin samanya 50:50 dengan laki-laki, massa iddah yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah mantan istri itu hamil atau tidak, diberlakukan pada laki-laki yang tak mungkin hamil.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><i>Gebyah uyah</i> (pukul rata) atas perjuangan menuju <i>gender equality</i> lebih jelas lagi dalam pasal 34. Pasal berisi pembagian peran antara suami dan istri itu, mereka obrak-abrik dengan menghendaki peran dan tanggungjawab yang sama antara suami dan istri. Dengan demikian, peran suami sebagai kepala rumah tangga dan pencari nafkah bisa diambil-alih oleh istri. Demikian pula sebaliknya, peran istri sebagai pengatur rumah tangga harus pula dibebankan kepada suami.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Atas dasar ini, istri tidak boleh dilarang bekerja agar memiliki bargaining power sebagai pengambil kebijakan dalam rumah tangga, karena memiliki sumber penghasilan. Jika suami melarang istri bekerja, akan dikenai delik kekerasan versi UU PKDRT.  Dengan demikian, relasi suami-istri benar-benar disamaratakan. Disinilah letak pintu masuk bagi kehancuran institusi keluarga.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><b>Penghancur Pernikahan</b></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Draft amandemen UU Perkawinan versi  Feminis yang nota bene <i>derivat</i> dari ideologi sekular-kapitalisme, jelas sangat berbahaya. <b><i>Pertama</i></b>, UU Perkawinan yang dibangun atas landasan <i>Keadilan </i>dan <i>Kesetaraan Gender</i> (KKG) itu berupaya mereduksi ajaran Islam tentang pernikahan. Seperti penentangan atas poligami, perombakan hukum tentang massa iddah dalam kasus perceraian dan relasi yang mengatur hubungan suami dan istri.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><b><i>Kedua</i></b>, menggiring masyarakat menuju liberalisasi. Larangan menikah di bawah usia 18 tahun, sekalipun pelaku sudah matang secara fisik, mental dan ekonomi, sama saja dengan menggiring masyarakat untuk menuju pintu seks bebas.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><b><i>Ketiga</i></b>, menghancurkan institusi pernikahan dan keluarga. Penyamarataan peran antara suami dan istri, berpeluang besar menimbulkan konflik kepentingan yang berujung pada perceraian. Juga, melemahkan peran pendidikan anak dan kelahiran generasi-generasi berkualitas dari sebuah keluarga.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Di negeri-negeri Barat, dimana perempuannya mandiri secara ekonomi, justru meluas perceraian. Institusi keluarga tak lagi dihormati sebagai wadah terkecil tempat para stkaholders di dalamnya harus berbagi peran. Keluarga tercerai-berai dan anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi bermasalah. Fakta seperti inilah yang dikehendaki oleh para penyokong aktivis perempuan, yakni para pengusung ideologi sekular Barat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><b>Khatimah</b></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">UU Perkawinan merupakan target paling strategis dalam upaya penghancuran keluarga-keluarga muslim. Inilah konspirasi keji yang direncanakan Barat yang tak ingin umat Islam di Indonesia masih berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam. Poligami, hanyalah salah satu senjata untuk menstigmatisasi ajaran Islam demi mulusnya rencana jahat mereka. Maka, yang harus dilakukan adalah menangkal amandemen UU Perkawinan ini dengan mengeksiskan syariat Islam ke dalam seluruh sendi kehidupan, termasuk dengan menguatkan institusi pernikahan.(*)</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><i>Kholda Naajiyah, S.Si, peminat masalah wanita, remaja dan anak-anak.</i></span></div>
<p><!-- You can start editing here. --></p>
<h3>One Response “Penghancuran Keluarga melalui Amandemen UU Perkawinan”</h3>
<ol class="commentlist">
<li class="alt"> 			<cite>rachman</cite> Says:<br />
<a href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/2007/06/26/penghancuran-keluarga-melalui-amandemen-uu-perkawinan/#comment-4193">October 9th, 2007 at 1:58 pm</a> Assalamu’alaikum…<br />
Subhanallah…<br />
ukhti…<br />
terima kasih karena telah mengungkap sebuah rahasia yang mungkin takkan pernah terfikirkan oleh saya…<br />
sebuah konspirasi yang luar biasa…<br />
ini bisa jadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua ummat Islam…<br />
jangan sampai kita memberikan celah kepada kaum kafir sehingga mereka bisa menyerang kita lewat celah tersebut…<br />
namun jangan pula cepat berpuas dan berbangga hati jika kita sudah menutup semua celah yang mungkin mereka gunakan untuk menyerang kita…<br />
karena mereka akan membuat celah baru yang mungkin pada saat kita menyadarinya…<br />
semua sudah terlambat….<br />
teruskan perjuangan…<br />
Keep Fighting ’till the end of journey…<br />
Allahu Akbar……….</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arashirin.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arashirin.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=157&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/14/penghancuran-keluarga-melalui-amandemen-uu-perkawinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>email</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/email/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/email/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 09:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/email/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Email tentang Rumah Tuhan Sebuah e-mail tiba di PC saya. Isinya tentang pengalaman seorang pekerja asing. Ceritanya, pekerja asing itu tiba untuk pertama kalinya di salah satu perkantoran megah di kawasan Jakarta. Usai memarkirkan mobilnya di basement, ia melihat sekelompok orang, laki dan perempuan, tengah melakukan suatu kegiatan yang aneh di matanya, di salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=156&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" name="_Toc186963279"></a>Sebuah Email tentang Rumah Tuhan</p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Sebuah e-mail tiba di PC saya. Isinya tentang pengalaman seorang pekerja asing. Ceritanya, pekerja asing itu tiba untuk pertama kalinya di salah satu perkantoran megah di kawasan Jakarta. Usai memarkirkan mobilnya di basement, ia melihat sekelompok orang, laki dan perempuan, tengah melakukan suatu kegiatan yang aneh di matanya, di salah satu ruangan di basement tersebut. Ruang tersebut kecil dan pengap, dengan tembok rendah mengelilinginya.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Sesampainya di atas, orang asing ini bertanya tentang apa yang dilihatnya barusan. Orang Indonesia yang kebetulan muslim menjelaskan bahwa orang-orang di basement tersebut sedang sholat, menyembah Allah, Tuhan umat Islam. Sholat adalah kewajiban yang dilaksanakan sehari lima kali.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Dengan takjub orang asing itu menjawab, betapa rendahnya apresiasi umat Islam terhadap Tuhan mereka. Jika terhadap ia yang cuma manusia bisa disediakan tempat kerja yang lapang dan nyaman, mengapa untuk Tuhan mereka hanya tersisa sebuah ruangan pengap di basement?</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Tidakkah keheranan orang asing itu menjadi keheranan kita juga?</span></p>
<p class="Bodytext" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:windowtext;">* * * * *</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Suatu sore, di salah satu gedung tinggi di kawasan matraman. Setelah menyelesaikan suatu urusan, saya bertanya ke salah satu karyawan di gedung megah tersebut letak musholla. Sudah lewat pukul empat sore. Karyawan tadi, penuh semangat, menunjukkan letak musholla. Dengan berterima kasih, saya bergegas mengikuti arah yang ditunjukkan. Saya melewati areal parkir yang pengap, suatu kantor yang saya perkirakan markas satpam (banyak satpam yang duduk-duduk di depan kantor tersebut, dengan uniform berantakan), dan sampailah saya ke gedung mungil, dengan tulisan kusam tertempel di salah satu temboknya: </span><span style="color:windowtext;">MUSHOLLA</span><span style="color:windowtext;">.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Musholla ini terletak persis di belakang gedung tinggi yang baru saja saya tinggalkan. Ukurannya tak lebih besar dari ruang tamu rumah saya. Temboknya setengah terbuka, dan dimanfaatkan untuk meletakkan sajadah-sajadah, dan &#8230; helm!</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Di ruang yang sempit itu ada seseorang yang tertidur pulas. Tempat wudhu terletak tak jauh dari situ. Ada dua kran. Akhirnya, di naungi suasana pengap dan beraroma kurang sedap, saya menunaikan kewajiban saya kepada Rabb Penguasa Jagat. Ada rasa malu yang tak terkatakan, hanya sebegini apresiasi saya kepada Mu, ya Allah.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Saya pulang, meliuk-liuk melewati kemacetan pinggiran kota, dengan setumpuk pikiran di kepala. Sudah berapa kali saya dapatkan, sebuah gedung perkantoran megah, dengan tempat sholat yang mirip dengan gudang?</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Karena tuntutan pekerjaan, saya sering keluar masuk kampus dan perkantoran. Dan situasi seperti ini sudah seperti typical: gedung megah, tinggi, dengan lobby dan ruang kerja yang nyaman, namun tak menyisakan satu ruangan pun untuk sholat, suatu ibadah yang nabi katakan sebagai tiang agama. Sebagai gantinya, pihak perkantoran menyediakan tempat sholat di basement, di sela-sela parkir kendaraan. Atau sebaliknya, tempat sholat sering diletakkan di bagian tertinggi gedung, seperti di kantor saya. Ini masih lumayan, karena tempatnya terbuka, sehingga angin dan debu jalan margonda leluasa menerobos. Setidaknya, sholat tidak dilakukan dalam keadaan pengap.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Tentu ada juga gedung-gedung perkantoran yang menyiapkan tempat sholat yang memadai, meski tidak harus mewah. Gedungnya terawat. Sajadah dan mukena secara teratur dibersihkan. Majalah dindingnya secara berkala diupdate.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Pembaca yang baik, sholat adalah sejenis ibadah yang menuntut konsentrasi tinggi. Konsentrasi ini berikutnya akan melahirkan kekhusyuan. Dengan khusyu’-lah kualitas sholat diperoleh.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Nah, konsentrasi tentunya memerlukan daya dukung lingkungan. Lingkungan yang bising, pengap, beraroma kurang sedap, secara sunnatullah, akan mengurangi konsentrasi. Rasulullah pernah menolak sajadah yang bergambar, karena khawatir akan mengganggu konsentrasi beliau. Beliau juga memerintahkan imam untuk menyegerakan sholat apabila terdengar suara anak menangis, karena khawatir si ibu akan merasa resah dalam sholatnya.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Selain itu, beliau juga secara optimal membersihkan diri. Salah satu sunnah beliau sebelum sholat adalah bersiwak (menggosok gigi), dan memakai harum-haruman.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Dari situ kita simpulkan, salah satu syarat khusyu’ diperoleh dari situasi dan kondisi ketika sholat. dilakukan. Terlalu arogan kalau kita menganggap situasi dan kondisi tidak mempengaruhi kekhusyuan sholat kita.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Bagaimana sholat yang dilakukan di tempat-tempat seperti yang saya gambarkan di awal tulisan ini? Saya khawatir pelaksanaan sholat tersebut hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban.</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Sesungguhnya, yang bertanggung jawab memakmurkan masjid adalah seluruh orang beriman yang berada di wilayah masjid tersebut. Bagaimana cara mewujudkan tanggung jawab tersebut?</span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Mungkin, yang pertama kali harus dibangun adalah kesadaran. Kesadaran diperoleh setelah adanya informasi, bahwa Masjid bukanlah sekedar bangunan pelengkap. </span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Siapa yang harus memulai? </span></p>
<p class="Bodytext"><span style="color:windowtext;">Setidaknya, Anda, setelah membaca buletin ini, mulai menyusun gagasan praktis, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki situasi di tempat Anda (kecuali kalau Masjid di tempat Anda sudah representatif untuk beribadah). Jadikan ini sebagai peluang amal. Siapa tahu dapat menjadi jalan lain bagi kita untuk bertemu dengan senyumNya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arashirin.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arashirin.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=156&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menguasai Opini Umum</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/menguasai-opini-umum/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/menguasai-opini-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 08:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/menguasai-opini-umum/</guid>
		<description><![CDATA[Opini umum biasa digunakan untuk menyebut sesuatu yang menjadi pembicaraan khalayak atau sesuatu yang diinginkan dalam kehidupan mereka. Secara alami opini umum akan senantiasa muncul dan bisa terlihat dalam setiap aspek dan aktivitas manusia. Opini umum, jika sudah masuk ke dalam ranah politik, akan menjadi alat propaganda yang sangat penting untuk merealisasi berbagai tujuan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=155&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Opini umum biasa digunakan untuk menyebut sesuatu yang menjadi pembicaraan khalayak atau sesuatu yang diinginkan dalam kehidupan mereka. Secara alami opini umum akan senantiasa muncul dan bisa terlihat dalam setiap aspek dan aktivitas manusia. Opini umum, jika sudah masuk ke dalam ranah politik, akan menjadi alat propaganda yang sangat penting untuk merealisasi berbagai tujuan yang diinginkan. Inilah yang menjadikan perang opini sebagai suatu keniscayaan. Siapa yang mampu menguasai serta mengendalikan opini, dia telah memenangkan separuh peperangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada saat ini secara umum ada tiga kepentingan besar yang berebut pengaruh opini untuk merealisasi berbagai tujuan yang mereka inginkan, yaitu: kepentingan Kapitalisme, kepentingan Sosialisme dan kepentingan Islam. Misal: Kapitalisme sebagai ideologi yang berkuasa saat ini tentu ingin mempengaruhi publik dalam rangka mempertahankan stabilitas, mengatasi kegelisahan publik, menguji kebijakan atau untuk menangani isu-isu kontroversial. Dia tidak henti-hentinya memanipulasi opini publik domestik maupun Internasional agar menentang Islam dengan kemasan terorisme. Mereka berusaha meyakinkan umat, bahwa politik dan agama tidak bisa disatukan; bahwa politik berkaitan dengan realitas kekinian; bahwa tidak ada kemungkinan untuk mengubah situasi yang ada sekarang selain mengikuti arus global—yang direkayasa oleh negara-negara kapitalis Barat. Demikian juga Sosialisme, yang juga akan memainkan opini untuk merealisasi kepentingannya dan menjatuhkan kepentingan lainnya (Islam dan Kapitalisme).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dengan demikian opini umum menjadi senjata yang cukup ampuh dalam mempropagandakan ideologi, termasuk ideologi Islam. Karenanya, dalam dakwah, menciptakan opini umum merupakan aktivitas yang urgen untuk melawan konspirasi negara-negara kolonialis dan antek-anteknya. Pemanfaatan opini publik sendiri dalam dakwah harus senantiasa didasarkan pada Islam. Pada dasarnya opini publik menjadi bagian tak terpisahkan dari metode penyebaran Islam yang sudah baku menurut sunnah, yakni dalam konteks kenegaraan sebagai politik luar negeri (dakwah wal jihad). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Di samping harus didasarkan pada Islam, opini umum juga harus dibangun berdasarkan kesadaran umum (<i>wa‘y al-‘âm</i>). Penggabungan atau sinergi opini umum (<i>ra’y al‘âm</i>) dengan kesadaran umum (<i>wa‘y al-‘âm</i>) ini akan membentuk kekuatan yang real. Di tengah-tengah umat harus diopinikan tentang Islam yang <i>rahmatan lil ‘alamin</i>, bagaimana syariah Islam menjaga dan melindungi hak-hak mereka, bagaimana Islam mengatur ekonomi, politik serta mampu memecahkan problematika kehidupan manusia; diungkap pula bobroknya sistem selain Islam. Di sisi lain umat juga disadarkan tentang kewajiban terikat dengan hukum Allah dan kewajiban mengamalkan Islam secara <i>kâffah</i>. Secara alami opini umum dan kesadaran umum tentang Islam akan terbentuk. Inilah sesungguhnya di antara aktivitas dakwah yang sangat penting. <i>Wallâhu a‘lam.</i> <b>[Rofiq Jauhari; </b>Jurnalis Independen; Tinggal di Al-Mukmin, Ngruki, Sukohajo, Jateng<b>]</b></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arashirin.wordpress.com/155/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arashirin.wordpress.com/155/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=155&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/menguasai-opini-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Opini Umum</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/kekuatan-opini-umum/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/kekuatan-opini-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 08:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/kekuatan-opini-umum/</guid>
		<description><![CDATA[Abad ini bisa dikatakan sebagai abad komunikasi massa. Komunikasi telah mencapai suatu tingkat ketika orang mampu berbicara dengan jutaan manusia secara serentak dan serempak. Teknologi komunikasi mutakhir telah menciptakan apa yang disebut “publik dunia” atau “weltoffentlichkeit”, yang bersamaan dengan teknologi komunikasi ini dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi cara berpikir masyarakat, pengisi akal pikiran dan mempengaruhi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=154&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Abad ini bisa dikatakan sebagai abad komunikasi massa. Komunikasi telah mencapai suatu tingkat ketika orang mampu berbicara dengan jutaan manusia secara serentak dan serempak. Teknologi komunikasi mutakhir telah menciptakan apa yang disebut “publik dunia” atau “<i>weltoffentlichkeit</i>”, yang bersamaan dengan teknologi komunikasi ini dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi cara berpikir masyarakat, pengisi akal pikiran dan mempengaruhi kecenderungan untuk bertingkah laku. Sebagai gambaran, sebuah pemancar radio di Amerika, tahun 1938, pernah menyiarkan sandiwara Orson-Welles mengenai <i>The Invasion of Mars</i>. Sandiwara ini begitu hidup sehingga orang menganggap bahwa yang terjadi adalah sebuah kenyataan. Akhirnya, sekurangnya satu juta orang ketakutan, berusaha melarikan diri, menangis dan memanggil ambulans guna menghindarkan kematian karena makhluk Mars.</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Keberhasilan opini yang tidak hanya menimbulkan pengaruh sesaat, tetapi mampu mengubah masa kegelapan menjadi masa kegemilangan, bisa kita tengok dalam keberhasilan dakwah Mushab bin Umair yang mampu mengubah kebiasaan, cara berpikir serta tingkah laku masyarakat di seluruh Madinah. Sesampainya di Madinah, Mushab mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah, menjumpai para petani, pemilik tanah serta semua simpul-simpul umat. Mushab, dengan keberhasilan komunikasinya, mampu memunculkan opini baru, mengubah pemikiran orang-orang yang diserunya untuk masuk Islam. Dalam kurun waktu satu tahun, Mushab berhasil membalikkan kekufuran di kota Madinah serta menjungkirkan berhala dan berbagai perasaan yang keliru menjadi agama tauhid, keimanan dan perasaan Islam. Keberhasilan itu menjadikan mereka benci dengan kekufuran serta praktik Jahiliyah yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Ini merupakan secuil cerita tentang betapa besarnya pengaruh opini yang berkembang dan mampu mempengaruhi kepribadian masyarakat. Kebencian dan kecintaan terhadap sesuatu bisa berubah seiring dengan perubahan cara pandang terhadap apa saja yang dipikirkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Terkait dengan upaya menyampaikan dakwah di tengah-tengah masyarakat, berbagai media bisa kita manfaatkan sebaik mungkin dalam rangka mengganti segala sesuatu yang ada dalam benak kaum Muslim dari segala pengaruh pemikiran kufur yang menyesatkan. Setiap media mempunyai target berbeda-beda terkait dengan luasnya jangkauan memberikan informasi serta pengaruh yang diakibatkannya. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Televisi, radio, lisan-lisan kita atau media apapun bisa kita manfaatkan dalam menjalankan tugas mulia yang diberikan Allah Swt. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Opini yang bergulir secara terus menerus dengan memanfaatkan semua media yang mampu kita kuasai serta dengan pertolongan Allah Swt., insya Allah akan mampu mengalahkan opini menyesatkan yang selama ini telah dilakukan orang-orang kafir ke tengah-tengah umat Islam. <i>Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb</i>. <b>[Herliana R. Aziz, SP.; </b></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Koordinator PAUD el-Diina; (Kelompok Peduli Ibu dan Generasi) Kota Bogor</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><b>]</b></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arashirin.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arashirin.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=154&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/06/kekuatan-opini-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk, Perang Melawan AIDS!</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/yuk-perang-melawan-aids/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/yuk-perang-melawan-aids/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 23:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/yuk-perang-melawan-aids/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Mengapa selalu diperingati? Hmm.. ini tak ubahnya dengan ulang tahun kelahiran seseorang atau lembaga, tanggal penetapan itu konon kabarnya untuk ngukur sejauh mana perkembangan dari perjuangan yang selama ini dilakukan untuk melawan dan memerangi AIDS. Tema tiap tahun juga berubah-ubah seperti ingin memotivasi para pejuangnya dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=151&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Mengapa selalu diperingati? Hmm.. ini tak ubahnya dengan ulang tahun kelahiran seseorang atau lembaga, tanggal penetapan itu konon kabarnya untuk ngukur sejauh mana perkembangan dari perjuangan yang selama ini dilakukan untuk melawan dan memerangi AIDS. Tema tiap tahun juga berubah-ubah seperti ingin memotivasi para pejuangnya dalam memerangi AIDS untuk tetap bekerja keras.</p>
<p align="justify">Tahun 2007 dan 2008, dua tahun sekaligus, tema Hari AIDS sedunia ini kayaknya lebih keren deh, yakni â€œKepemimpinanâ€. Mengapa tema kepemimpinan yang diusung?</p>
<p align="justify">â€œSejak awal epidemi AIDS, pengalaman telah jelas memperlihatkan bahwa kemajuan terpenting dalam upaya penanggulangan HIV terjadi ketika ada kepemimpinan yang kuat dan berkomitmen. Para pemimpin dapat dibedakan oleh aksi, inovasi, dan visi yang mereka miliki; contoh yang mereka berikan dan bagaimana mereka melibatkan orang lain; selain juga kegigihan mereka dalam menghadapi tantangan dan hambatan.â€ Pernyataan ini yang tertulis di situs <em>aidsindonesia.or.id.</em></p>
<p align="justify">Cukup banyak slogan yang pernah menjadi tema untuk  peringatan hari AIDS sedunia ini, tiap tahun berganti-ganti. Misalnya, <em>Join  the Worldwide Effort</em> (Ikuti Usaha Kami Bersama) yang dijadikan tema hari  AIDS tahun 1988. Tahun 1993 tema yang diambil, <em>â€œTime to Actâ€</em> (Saatnya  Beraksi). <em>â€œStop AIDS, Keep the Promiseâ€</em> (Hentikan AIDS, Jaga Janjinya)  menjadi tema hari AIDS sedunia pada 2005.</p>
<p align="justify"><strong>Perang setengah hati</strong><br />
<em>Boys and gals</em>, meski upaya perang melawan AIDS udah digelar sejak lebih dari seperempat abad lalu, tepatnya sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1981, ketika seorang gay (homoseksual) didiagnosis terkena HIV yang menyebabkan daya tahan tubuhnya merosot secara drastis, namun sampai sekarang hasil yang signifikan untuk menghempas AIDS tak jua datang. Boro-boro hilang, jumlah penderitanya malah kian berkembang biak dengan cepat. Penyakit mematikan ini tetap menjadi ancaman dunia. Entah sampai kapan.</p>
<p align="justify">Tapi yang jelas, dilihat dari perkembangan perang dalam upaya melawan AIDS yang dilakukan UNAIDS atau banyak negara dan kalangan pegiat LSM, rasa-rasanya seperti tak akan membuahkan hasil maksimal. Tanya kenapa? Ini bukan soal mendahului takdir atau <em>suâ€™udzan</em> alias berburuk sangka, Bro. Tapi ini soal fakta dan akibat yang bisa kita jangkau dengan pikiran dan perasaan kita secara nyata.</p>
<p align="justify">Gimana nggak, upaya pencegahan terhadap penyakit mematikan ini terkesan cuma ngabisin dana doang. Sementara yang dilakukan itu sudah jelas tak akan membuahkan hasil maksimal. Malah terkesan tetap memberi ruang bagi berkembangnya AIDS. Bener, lho!</p>
<p align="justify">Bro, selama ini perang melawan AIDS itu dilakukan dengan cara â€œpenyembuhanâ€ dan â€œperedamanâ€, bukan pemusnahan. Ibarat kalo dakwah tuh cuma <em>amar maâ€™ruf</em> doang, sementara <em>nahyi munkar</em>-nya diabaikan. Ya, insya Allah nggak bakalan berhasil maksimal. Ada sih keberhasilan, meski sejatinya hanya tampak di permukaan saja. Sayang banget kan?</p>
<p align="justify">Iya, masaâ€™ sih kita masih percaya banget untuk meredam AIDS malah memberikan kondom kepada mereka yang berisiko tinggi tertular AIDS macam pelacur dan aktivis <em>free sex</em>?</p>
<p align="justify">Benar-benar bikin heran deh, karena yang dilakukan tuh cuma â€œpengobatanâ€, itu pun salah prosedur. Lha iya Bang, gimana nggak disebut salah prosedur wong seharusnya jalur utama penyebaran virus itu dihempaskan, eh malah diobati sembari pelaku yang berisiko dibiarkan tetap bermain di arena berbahaya. AIDS, sejauh ini penularannya berkembang pesat melalui hubungan seksual. Maka, korbannya saat ini bukan hanya mereka yang aktif <em>free sex</em>, tapi juga yang pasif tapi berhubungan dengan pasangannya  yang doyan <em>free sex</em> dan terinfeksi HIV. Duh, kasihan banget kan? Bahkan  banyak bayi yang begitu lahir darahnya udah terkontaminasi HIV. <em>Naudzubillahi  mindzalik.</em></p>
<p align="justify">Ini gara-gara salah prosedur sejak awal. Untuk masalah kebakaran saja misalnya, kita sebenarnya udah tahu yang namanya kebakaran adalah kejadian yang merugikan banyak orang. Untuk pencegahannya selain sistem pengamanan yang bagus dari sumber-sumber yang bisa memicu terjadinya kebakaran, juga dari orangnya yang tentunya berhubungan dengan sumber pemicu kebakaran.</p>
<p align="justify">Itu sebabnya, upaya yang dilakukan harus mengarah kepada faktor manusia dan juga sistem pengamanan. Untuk faktor manusia, seharusnya diajarin tuh gimana memperlakukan api dan sumber-sumber api, serta penggunaannya untuk berbagai keperluan yang bermanfaat. Hanya saja, karena faktor keteledoran manusia bisa menjadi pemicu kebakaran, maka sistem pengamanan yang tinggi bisa dibuat dan tentunya ada kebijakan khusus dari pemerintah sebagai penanggung jawab berbagai persoalan kehidupan warga negaranya.</p>
<p align="justify"><em>So</em>, jangan berikan korek api kepada orang-orang yang berpotensi membuat kebakaran atau jangan berikan pisau kepada orang yang berpotensi membuat kerusakan. Maka, jika kondom diibaratkan sebagai pisau, di tangan orang yang baik-baik bisa saja digunakan untuk alat kontrasepsi dalam rangka mengatur jarak kehamilan, misalnya. Tapi gimana jadinya kondom di tangan pelacur atau pelaku seks bebas?</p>
<p align="justify">Hmm.. udah kebayang kan mau digunakan untuk apa tuh kondom? Apalagi digembar-gemborkan kalo kondom bisa cegah HIV/AIDS. O..oo.. makin tancap gas aja tuh kayaknya untuk menggeber syahwat di tempat salah. Persis kayak dulu waktu mewabahnya penyakit sipilis, tempat pelacuran sepi. Tapi begitu Sir Alexander Fleming menemukan penisilin, dan terbukti bisa nyembuhin penyakit kelamin tersebut, tempat pelacuran kembali semarak. Halah, tuh otak udah di taro di dengkul kali ye? Lagian apa nggak ada kerjaan lain selain mikirin seks melulu? Udah gitu salah pula tempat penyalurannya. Musibah besar deh.</p>
<p align="justify">Itu sebabnya, R Smith (1995), setelah bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom, mengecam mereka yang telah menyebarkan <em>safe sex</em> dengan cara menggunakan kondom sebagai â€œsama saja mengundang kematianâ€. Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar risiko penularan/penyebaran HIV/AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan seksual di luar nikah. <em>(Republika, 12 Nopember 1995)</em></p>
<p align="justify">Termasuk yang aneh bin ajaib adalah pembagian jarum suntik steril bagi para pengguna narkoba yang udah jelas diakui sebagai pihak yang berisiko kena HIV/AIDS. Bukannya disembuhin total malah dikasih kesempatan untuk menikmati kecanduan. Duh, gimana sih? Serius apa nggak cegah AIDS?<br />
Terus nih, dalam hal penanganan pasien AIDS aja, ternyata berbanding terbalik dengan penanganan terhadap pasien flu burung. Kalo ada orang yang terkena virus H5N1 langsung disediakan tempat khusus yang steril biar virus nggak nyebar ke mana-mana. Padahal, belum terbukti kalo tuh virus bisa menular antarmanusia. Yang udah terbukti, H5N1 hanya menular dari unggas yang terinfeksi virus tersebut ke manusia.</p>
<p align="justify">Tapi, apa yang dilakukan untuk melawan AIDS? Meski udah tahu bahwa migrasi virus HIV justru bisa terjadi antarmanusia, tapi kini ada upaya bahwa pasien AIDS disarankan untuk tidak diisolasi di ruang khusus. Boleh dicampur dengan pasien lain. Dengan alasan kemanusiaan, yakni supaya tidak terjadi diskriminasi karena cap ODHA itu umumnya pelaku maksiat meski saat ini nggak mesti, karena banyak istri yang tertular HIV dari suaminya yang pelaku maksiat urusan syahwat. Nah, seharusnya diobati dengan cara dikarantina. Dipisahin dari orang lain atau pasien penyakit lain. Tentu tetap diperlakukan sebagai manusia dan hak-haknya dipenuhi.</p>
<p><strong>Babat penyebab utamanya!</strong><br />
Sobat muda muslim, perang melawan AIDS saat ini  cuma ngabisin duit sementara hasilnya nggak maksimal. <em>Mission Impossible</em> jika ngelihat praktik di lapangan saat ini.</p>
<p align="justify">Nah, sebenarnya apa penyebab utama berkembangnya penularan dan penyebaran AIDS? Saya pernah satu forum dalam sebuah acara dengan seorang dokter ketika membahas tentang AIDS. Beliau bahkan menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa virus HIV sangat efektif menular melalui hubungan seksual. Virus HIV terkumpul dalam jumlah banyak di darah dan juga di cairan sperma dari orang yang udah terinfeksi virus ini. Jadi, kalo pelacuran dan seks bebas tidak dihentikan, sang virus akan mencapai koloni dalam jumlah banyak di tubuh-tubuh manusia. <em>Naudzubillahi mindzalik!</em></p>
<p align="justify">Oya, ada baiknya kamu simak nih pengakuan jujur seorang penderita AIDS, â€œSebab narkoba dan seks bebas merupakan cara penularan HIV/AIDS yang paling gampang,â€ katanya di Pekanbaru, Kamis. Lelaki berusia 31 tahun yang mengaku bernama Boy ini telah tiga tahun menderita HIV/AIDS akibat dari pergaulan bebas dan kecanduan narkoba jenis putau. <em>(republika.co.id, 17  Mei 2007)</em></p>
<p align="justify">Bro, kalo udah tahu penyebab utama, maka seharusnya  itu yang kita kejar untuk dibereskan, bukan akibat sekundernya. Betul?<br />
Logika yang gampang gini deh. Kalo genteng rumah kita bocor, terus kalo musim hujan itu pasti nggak bisa nahan guyuran air hujan, maka prosedur cerdas yang harus dilakukan adalah mengganti genteng yang bocor kan? Bukan mengantisipasi dengan nyiapin ember buat mewadahi air hujan di tempat yang bocor. Apalagi kalo kemudian prosedur itu mengakibatkan efek samping lain, dan bikin banjir seisi rumah. Apa nggak repot? Ribet banget tuh. Lagian apa nggak malu diledek sama Gus Dur: â€œGitu aja kok repot?â€</p>
<p align="justify">Nah, biar nggak repot, ganti saja gentengnya. Beres kan? Yup, karena AIDS ini bukan semata masalah kesehatan, tapi juga lebih disebabkan perilaku budaya dan gaya hidup yang diakibatkan oleh sistem sekularisme yang membolehkan manusia untuk menjadi liberal sesuai kehendak hati dan pikirannya dengan mengabaikan norma masyarakat dan termasuk norma agama, maka yang harus diganti dan dikampanyekan adalah penggantian sistem kehidupan. Mumpung tema hari AIDS sedunia 2007 dan 2008 ini adalah â€œKepemimpinanâ€, gitu lho. Terus, diganti dengan apa? Jawaban mantapnya: dengan Islam. Ya, Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara.</p>
<p align="justify">Seks bebas dan peredaran narkoba yang menjadi tempat penyebaran AIDS paling gampang justru tumbuh subur karena dibiarkan bebas dalam sistem sekularisme-kapitalisme dengan instrumen politiknya bernama demokrasi. Ciee.. nih nulisnya berat gini nih. Hehe..nggak apa-apa, kan tema hari AIDS-nya Kepemimpinan. Setuju kan?</p>
<p align="justify">Jadi, yuk kita perangi AIDS dengan memerangi sumbernya, yakni sekularisme-kapitalisme. Ganti dengan Islam. Ayo, bersama kita bisa! <strong>[solihin: <a href="mailto:sholihin@gmx.net">sholihin@gmx.net</a>]</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arashirin.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arashirin.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=151&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/yuk-perang-melawan-aids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Munculnya Diktator Liberal</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/munculnya-diktator-liberal/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/munculnya-diktator-liberal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 23:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/munculnya-diktator-liberal/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini dimuat di Media Indonesia, 15 Juni 2006. Muncul keheranan ketika membaca tulisan Saiful Mujani â€œKelompok Islam Anarkisâ€ (Media Indonesia 12/06/2006). Tulisan itu jauh dari karya seorang peneliti yang mestinya teliti dan berimbang, tetapi lebih merupakan suatu bentuk propagative-provocation (provokasi yang terus disebarkan dan diulang-ulang) yang akhir-akhir ini gencar dilakukan teman-teman dari kalangan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=150&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-style:italic;">Tulisan ini </span><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></span></strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span style="font-style:italic;">dimuat di Media Indonesia, 15 Juni 2006.</span></p>
<p>Muncul keheranan ketika membaca tulisan Saiful Mujani â€œKelompok Islam Anarkisâ€ (<em>Media Indonesia</em> </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">12/06/2006</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">).<span> </span>Tulisan itu jauh dari karya seorang peneliti yang mestinya teliti dan berimbang, tetapi lebih merupakan suatu bentuk <em>propagative-provocation </em>(provokasi yang terus disebarkan dan diulang-ulang) yang akhir-akhir ini gencar dilakukan teman-teman dari kalangan yang menamakan diri <em>Islam Liberal</em>. <span></span>Meski salah, lama kelamaan hal itu akan membentuk memori kolektif, dan akhirnya dianggap seolah-olah benar. Seperti kata Hitler, â€œkebohongan seribu kali akan bisa menjadi kebenaranâ€.</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Karena para penebarnya memiliki akses media, maka propaganda provokatif itu berlangsung <em>massif</em>. <span></span>Namun kita cemas, alih-alih mencerahkan rakyat.<span> </span>Kelak mereka akan gigit jari, karena bisa terjadi sebaliknya, meminjam pepatah Arab: <em>al-kadzdzab la yushaddiquhu wa lau kana shadiqan </em>(para pembohong itu pada akhirnya omongannya tidak akan dianggap benar, sekalipun sesekali mereka benar). </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Kita sadar, bahwa <em>propaganda </em>terkait dengan anarkisme kelompok Islam itu mempunyai tujuan akhir: pembubaran, pembekuan atau pelarangan ormas-ormas yang dicap melakukan anarkisme. Propaganda <span>ini </span>sedang menciptakan atmosfir yang kondusif bagi lahirnya kebijakan negara. Atmosfir yang kondusif itu akan digunakan sebagai justifikasi (pembenaran). Karena setiap kebijakan harus ada justifikasinya, baik logis maupun tidak. Nah, inilah yang terus-menerus digalang sampai tujuannya tercapai. Sayang kalau hal itu dibangun di atas kebohongan publik â€“ apalagi oleh orang-orang yang mungkin pantas disebut intelektual. </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Kasus Purwakarta, yang diidentikkan dengan insiden pengusiran Gus Dur, sengaja diperalat untuk mengadu-domba elemen-elemen Islam, meski pihak-pihak yang terlibat secara terbuka telah membantah adanya insiden itu. Sehari setelah kasus tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia telah melakukan klarifikasi (25/05/2006), diikuti pernyataan bersama MUI, sejumlah ormas dan kepolisian (26/05/2006), bahkan pada akhirnya Gus Dur sendiri (27/05/2006), yang intinya menyatakan bahwa kasus pengusiran itu tidak ada. Tetapi, tetap saja isu pengusiran dan anarkisme tersebut terus dihembuskan. Mobilisasi </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">massa</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"> pun dilakukan atas nama pembelaan terhadap Gus Dur, bahkan disertai dengan tuntutan, dari sekedar minta maaf sampai pembubaran. </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Bahkan, kemudian Pancasila dan NKRI dinyaringkan lagi, setelah sekian lama seperti â€œhilangâ€ dari wacana publik.<span> </span>Mereka tampil bak pahlawan kesiangan, atasnama Pancasila dan NKRI, menuduh lawan-lawannya sebagai anti Pancasila dan membahayakan NKRI. Dengan mengulang-ulang propaganda ini, mereka terus memprovokasi penguasa untuk memberangus kebebasan lawan mereka. </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></span><br />
<strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><br />
Munculnya Diktator Liberal</span></strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Propaganda provokatif dengan kebohongan itu, diakui atau tidak, adalah bentuk kekalahan intelektual para pejuang kebebasan. Mereka tidak bisa lagi beragumentasi secara logis dan sehat. Maka, bahasa ototlah yang mereka gunakan: pembubaran dan pembekuan, yang kesemuanya menggunakan tangan besi penguasa. <span></span>Pelan-pelan mereka telah bermetamorfosis menjadi <em>Diktator Liberal</em>, Diktator yang mengatasnamakan kebebasan.</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Aneh, dalam mengusung <em>freedom of speech</em> (kebebasan berbicara), di satu sisi mereka sampai berani menghina al-Qur&#8217;an, Nabi, kesucian agama, dan menolak syariat Islam, dengan tameng demokrasi dan kebebasan, tapi di sisi lain, ketika orang lain menyuarakan penerapan syariat Islam, dan bahkan membuat UU dan perda dengan mengambil sumber syariat Islam, langsung dituduh bertentangan dengan demokrasi, Pancasila, UUD 45, memecah belah NKRI, dan tuduhan yang terkesan asal-asalan lainnya. </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Sejujurnya, mana pasal / ayat UU di negeri ini yang tegas menolak penerapan syariat Islam? <span></span>Tidak ada. Mana pasal / ayat UUD 45 yang tegas menolak penerapan syariat Islam? <span></span>Tidak ada. <span></span>Mana sila-sila Pancasila yang tegas menolak penerapan syariat Islam? <span></span>Tidak ada. Jadi kalau tidak ada, untuk apa <em>ngotot </em>seraya membohongi publik, dengan mengatakan bahwa penerapan syariat Islam jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, UU dan seterusnya. <span></span>Apakah ini sikap yang intelektual?</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Karena itu jangan tuduh orang lain yang menyuarakan aspirasinya untuk menerapkan syariat Islam dengan tuduhan melanggar hukum. Bukankah, UU dan perda-perda syariah itu lahir dari proses demokrasi? Ataukah demokrasi itu hanya untuk kepentingan kapitalis belaka, dan bukan untuk yang merindukan Islam? Kalau memang demikian, jangan klaim bahwa demokrasi itu kompatibel dengan Islam. Dan, jangan salahkan, kalau orang Islam meyakini, bahwa demokrasi itu hanya alat penjajahan, bertentangan dengan Islam dan justru untuk memberangus kemuliaan Islam. </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>Maka, kalau atas nama demokrasi kebebasan menyampaikan aspirasi, berekspresi dan berserikat dibenarkan UU, keliru kalau kemudian ketika HTI, MMI, FPI atau PKS menyampaikan aspirasi dan mewacanakan sistem alternatif, baik ekonomi, sosial, pemerintahan, pendidikan, politik dalam dan luar negeri yang berbasis syariah, sebagai wacana publik, kemudian disebut melanggar konstitusi. Konstitusi yang mana? </span>&lt;&gt;<span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kalau logika itu dipakai, maka tak perlu lagi ada jurusan syariah, madrasah dan pesantren yang mengajarkan syariah, karena wacana syariah, sebagai wacana alternatif, dianggap melanggar konstitusi. Bedanya, HTI, MMI, FPI dan PKS mewacanakan syariah secara terbuka di ruang publik, melalui khutbah, buletin, majalah, koran, radio, televisi, dan internet sementara jurusan syariah, madrasah dan pesantren mewacanakannya di ruang-ruang kelas, dan sifatnya terbatas. <span></span>Itu saja.  Ataukah propaganda ini memang untuk membendung Islamisasi, yang sering kali disebut Talibanisasi, Arabisasi, dan sebagainya itu?</p>
<p></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Tuduhan bahwa HTI dengan konsep Khilafahnya akan menghancurkan NKRI itu juga terlalu mengada-ada. Kalau mau jujur, siapa yang mengingatkan rakyat negeri ini ketika Timor Timur akan merdeka? Siapa yang mengingatkan potensi lepasnya Aceh dan Papua saat ditandatanganinya Perjanjian Helsinki? Siapa yang mengingatkan bahaya masuknya militer asing, dengan kedok bantuan kemanusiaan di Aceh, dan menyerahkan urusan Aceh kepada pihak asing, melalui AMM? Siapa yang memprotes lepasnya Blok Cepu ke tangan Exxon-Mobil, memprotes UU Sumber Daya Air, yang menyebabkan rakyat negeri ini tidak lagi memiliki &#8220;tanah-air&#8221;? <span></span>Kita harus akui, bahwa saat itu, HTI membuktikan diri kesetiaannya pada negeri ini dengan menyebar puluhan ribu booklet tentang hal itu serta menggalang aksi damai di </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"> dan beberapa </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">kota</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">, tanpa mereka sok Pancasilais, demokrat, dan seterusnya. </p>
<p>Sayang, mereka yang mengklaim sebagai pejuang demokrasi, HAM, Liberal, Pancasilais, konstitusional, justru berdiam diri dengan penjualan aset negara kepada asing, membiarkan martabatnya diinjak-injak dengan menerima donasi dari negara-negara penjajah, dan tidak menunjukkan dukacita sedikitpun, saat ekonomi kita hancur, budaya kita tergadai dan peradaban kita tenggelam dari kancah dunia.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arashirin.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arashirin.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=150&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/munculnya-diktator-liberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Warisan Rasulullah saw.?</title>
		<link>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/apa-warisan-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/apa-warisan-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 22:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arashirin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/apa-warisan-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat! Kamu mendapat warisan Rp 1 miliar!â€ Waaaah, pasti kamu nggak percaya kalo dapat kabar seperti ini. Menganggap lagi mimpi dan buru-buru pengen cepat bangun. Kenapa nggak percaya? Karena duit segitu tuh banyak banget. Nggak nyangka aja bakalan dapetin warisan, gitu lho. Tapi kalo emang itu adalah kenyataan, ya terima saja. Kali aja dirimu jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=149&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Selamat! Kamu mendapat warisan Rp 1 miliar!â€ Waaaah, pasti kamu nggak percaya kalo dapat kabar seperti ini. Menganggap lagi mimpi dan buru-buru pengen cepat bangun. Kenapa nggak percaya? Karena duit segitu tuh banyak banget. Nggak nyangka aja bakalan dapetin warisan, gitu lho. Tapi kalo emang itu adalah kenyataan, ya terima saja. Kali aja dirimu jadi ahli waris dari ortumu yang ngedadak kaya karena dapet undian, terus saking kagetnya meninggal. Jadi deh kamu ahli warisnya. Siapa tahu kan? Ih, tapi amit-amit deh dapetin duit banyak juga kalo harus kehilangan ortu <em>mah</em>. Tul nggak?</p>
<p align="justify">Tapi intinya, mendapatkan warisan tuh senang. Apalagi sebanyak itu pasti senangnya berlipat-lipat banget kan? Pasti gembira sekali. Hmm.. ini wajar banget kok. Sebab, siapa sih yang nggak senang dapetin harta, apalagi melimpah begitu? <em>But</em>, kalo warisannya berupa harta sih, sehari aja bisa habis kok. Entah ada yang ngerampok atau kamu langsung borong sembako, beli rumah, beli mobil dan macem-macem. Sampe puas. Kalo pun nggak sehari habis, tapi cepat atau lambat pasti habis juga kalo nggak bisa ngelolanya.</p>
<p align="justify">Eit, cukup prolognya ya jangan ngayal dan jangan keterusan ngomongin soal ini. Dua paragraf pembuka tadi sekadar cantolan aja dari pembahasan utama kita pada edisi pekan ini. Yup, intinya kita emang bakalan ngomongin soal warisan, tapi bukan warisan berupa harta, gitu lho.</p>
<p align="justify">Lalu warisan apa? Yes, mari kita bicara soal warisan Rasulullah saw. untuk kaum muslimin. Untuk kita-kita yang emang meneladani beliau dalam seluruh aspek kehidupan. Nah, Rasulullah saw. sebenarnya udah ngasih warisan yang nggak bikin kita sesat kalo kita mau mengamalkan warisan yang harganya nggak bisa ditukar dengan duit Rp 1 miliar atau berapa pun besarnya.</p>
<p align="justify">Sobat, apa yang diwariskan oleh Rasulullah saw.  kepada kita? Beliau saw. bersabda:<br />
<span> </span><span> </span><em><span> </span><span> </span>â€œAku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya; Kitabullah dan Sunnah nabiNya,â€</em> <strong>(HR Imam Malik)</strong></p>
<p align="justify">Kalo membaca hadis ini, kayaknya nggak ada yang aneh deh. Maksudnya? Iya, maksudnya al-Quran dan as-Sunnah adalah dua istilah yang udah kita kenal sejak pertama kali ngaji. Cuma yang jadi masalah tuh, sejauh mana sih kita mau ngerti dan mengamalkan ajaran-ajaran di dalamnya yang udah diwariskan oleh Rasulullah saw. itu. Iya nggak sih? Sebab, praktiknya sih kaum muslimin malah banyak yang ngamalin ajaran yang bukan warisan dari Rasulullah saw. Mau bukti? Yuk kita bahas sama-sama.</p>
<p align="justify"><strong>Nasionalisme warisan  Rasulullah saw.?</strong><br />
No! No! Salah banget, Bro. Rasulullah saw. sama sekali nggak nyuruh kita menjadikan nasionalisme sebagai bagian dari pandangan hidup kita. Ya, Rasulullah saw. mengecam mereka yang mengamalkannya. Beliau saw. bersabda: <em>â€œBukan golongan kami yang menyeru pada ashabiyyah, berperang  karena ashabiyyah dan mati karena ashabiyyah.â€</em> <strong>(HR Abu Daud)</strong></p>
<p align="justify">Oya, dalam hadis ini disebut dengan istilah <em>ashabiyyah</em>.  Apa itu <em>ashabiyyah</em>? <em>Ashabiyyah</em> artinya semangat golongan. Sekarang-sekarang kita suka dengar istilah itu dengan nama sukuisme, patriotisme, nasionalisme. Pokoknya <em>ashabiyyah</em> itu adalah bangga  terhadap kelompoknya, sukunya, atawa negaranya melebihi kebanggaannya kepada  Islam.</p>
<p align="justify">Kabilah-kabilah di wilayah Arab pada masa jahiliyah acapkali membanggakan kelompok masing-masing. Termasuk kalo ada kabilah yang kebetulan lebih maju dari kabilahnya, mereka suka iri, lalu menebar dendam dan terjadilah perang. Idih, hina banget ya? Cuma persoalan sepele kok ribut. Aneh ya?</p>
<p align="justify">Sepanjang abad kelima, salah satu perang yang  sangat terkenal alah <em>Harb al-Basus</em>, yang disebabkan oleh terbunuhnya  unta bernama <em>Basus</em> milik seorang tua dari Bani Bakr. Perang ini berlangsung selama 30 tahun dan masing-masing saling menyerang, merampas, dan membunuh. <em>Harb Dahis waâ€™l Ghabraa</em> timbul karena ketidak-jujuran dalam suatu pacuan kuda antara Suku Abs dan Dhabyan di Arabia Tengah. Perang ini berlangsung sampai beberapa waktu. Kedua Suku Aus dan Khazraj di Yastrib (sekarang Madinah) juga terlibat dalam <em>Harb al Buâ€™ath </em>(Perang Buâ€™ath),  dan di Mekkah Suku Quraisy dan sekutunya, Bani Kinanah, berperang dengan Suku  Hawazin dalam perang <em>Harb al-Fujjar</em> (<em>Akar Nasionalisme di Dunia  Islam, hlm. 14</em>).</p>
<p align="justify">Rasulullah saw, baginda kita bersabda saat terjadi  peristiwa perang yang mengusung semangat antar golongan: <em>â€œWahai kaum muslimin, ingatlah Allah, ingatlah Allah. Apakah kalian akan bertindak seperti para penyembah berhala saat aku hadir di tengah kalian dan Allah telah menunjuki kalian dengan Islam; yang karena itulah kalian menjadi mulia dan menÂ­jauhkan diri dari paganisme, menjauhkan kalian dari kekufuran dan menjadikan kalian bersaudara karenanya?â€</em></p>
<p align="justify"><em>So</em>, jangan sampe kita membela kelompok yang menyerukan semangat golongan. Padahal seharusnya kita membela kelompok, dimana dasar pembelaan kita adalah karena ikatan akidah Islam. Bukan yang lain. Sebab, inilah yang diperintahkan oleh Allah Swt. dalam firmanNya:<br />
<span> </span><span> </span><em><span> </span><span> </span>â€œBerpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai. Ingatlah akan nikmat Allah ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan hingga Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian agar kalian mendapat petunjuk. </em><strong>(QS Ali ImrÃ¢n [3]: 103)</strong></p>
<p align="justify"><em>So</em>, kalo sekarang seorang muslim semangat banget memperingati berdirinya negara atas dasar nasionalisme, bahkan penuh perjuangan membela dan mempertahankan ikatan nasionalisme ini, berarti emang udah nggak nganggap Islam sebagai warisan pandangan hidup yang wajib dijaga dan dipertahankan. Atau minimal banget dirinya tidak tahu masalah yang sebenarnya karena nggak pernah mempelajari Islam dengan benar dan baik. Lebih kenal dengan nasionalisme ketimbang dengan Islam. Sungguh memprihatinkan, Bro!</p>
<p align="justify"><strong>Demokrasi warisan Rasulullah  saw.?</strong><br />
Sumpah. Nggak banget. Salah besar kalo Rasulullah saw. mewariskan demokrasi kepada kita. Justru demokrasi itu bertentangan dan bahkan menentang Islam.<br />
Sobat, asas dari ideologi Kapitalisme adalah Sekularisme. Nah, sekularisme ini merupakan dasar bagi semua penyelesaian yang ditetapin sama Kapitalisme lho. Sekaligus juga Sekularisme menjadi asas bagi setiap pemikiran yang dicetuskan oleh Kapitalisme. Sebenarnya sih, sekularisme yang emang lahir dari sebuah proses kompromi ini telah memberikan suatu anggapan bahwa manusia adalah tuan bagi dirinya sendiri.</p>
<p align="justify">Hal ini nggak akan bisa terealisasi kecuali jika manusia diberikan kebebasan dan dilepaskan dari segala ikatan. Dari sini, lahirlah kemudian ide kebebasan (liberalisme) yang selanjutnya menjadi sesuatu yang <em>inheren</em> alias melekat dalam ideologi Kapitalisme. Dari ide kebebasan ini, pada gilirannya, lahirlah konsep demokrasi; sebuah konsep yang menghendaki manusia steril dari intervensi pengaturan pihak lain (baca: agama atau Tuhan), sekaligus menghendaki agar manusia diberikan kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri.</p>
<p align="justify">Sederhananya gini deh. Sekularisme itu akidahnya Kapitalisme. Sementara mesin politiknya untuk menggerakkan sistem Kapitalisme ini adalah demokrasi. Sebagaimana sejarahnya, demokrasi itu bukan berasal dari ajaran Islam. Tapi, mengapa sebagian besar kaum muslimin lebih suka mewarisi aturan buatan manusia ini ketimbang aturan buatan Allah Swt.? Mengapa lebih memilih warisan Voltaire dan Montesque ketimbang warisan Rasulullah saw.? Sungguh terlalu!<br />
Akibat menjadikan demokrasi sebagai pandangan hidup di seluruh dunia (termasuk di negeri-negeri kaum muslimin), kini sudah biasa kita lihat orang bebas berbuat apa saja atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) yang memang dinaungi oleh demokrasi. Seks bebas sudah marak, korupsi jadi budaya, kriminalitas tiada henti, perzinaan yang dilindungi (baca: lokalisasi pelacuran), dan banyak masalah manusia yang lahir akibat diterapkannya demokrasi bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Celaka dua belas!</p>
<p align="justify"><strong>Pilih warisan Rasulullah saw.<em>  or </em>penjajah?</strong><br />
Sobat, semoga kita mulai sadar dengan kondisi kita saat ini. Benarkah dalam praktik kehidupan sehari-hari kita udah menjadikan warisan Rasulullah saw. (yakni Islam) sebagai pedoman hidup kita atau malah sebaliknya menjadikan warisan penjajah negeri ini (Belanda) sebagai pedoman hidup kita?</p>
<p align="justify">Setiap tahun masyarakat Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan negeri ini. Merasa udah merdeka dan merasa udah bebas dari tekanan penjajahan. <em>But</em>, kayaknya kita banyak lupa atau malah melupakan kalo yang namanya penjajahan bukan cuma secara fisik, tapi juga secara ideologi, hukum, pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi dan politik. Nyatanya? Sungguh kita pantas bersedih karena negeri iniâ€”meski ngaku-ngaku merdeka dari penjajahan secara fisikâ€”ternyata masih menjadi hamba penjajah. Buktinya apa? KUHP alias Kitab Undang-Undang Hukum Pidana misalnya, masih setia dipake untuk ngatur kehidupan negeri ini.</p>
<p align="justify">Demokrasi menjadi konsep politik yang diyakini kebenarannya, bahkan diperjuangkan oleh tokoh-tokoh muslim. Lha, masih cinta sama penjajah dan rela dijajah rupanya. <em>Piye iki?</em> Dapat imbalan apa sih kalo bela-belain demokrasi? Jabatan? Harta? Hmm.. jangan sampe syahadat kita tak berkutik di hadapan demokrasi.<br />
Pantesan aja kita banyak yang tersesat saat ini dan kehidupan kita ancur-ancuran karena nggak menjadikan Islam yang merupakan warisan Rasulullah saw. sebagai pandangan hidup kita (ideologi negara). Justru malah menjadikan warisan penjajah sebagai <em>the way of life</em>. Cinta dan ketaatan kita bukan kepada Allah Swt. dan RasulNya kalo tetap menjadikan demokrasi sebagai pedoman hidup kita dan sekularisme sebagai akidah kita. Yuk, ada baiknya kita renungkan firman Allah Swt.: <em>â€œDan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.â€</em> <strong>(QS Thaahaa  [20]: 124)</strong></p>
<p align="justify">Ah, jangan harap kita bisa lepas dari penderitaan ini jika masih setia dengan kebodohan kita mempertahankan (dan bahkan memperjuangkan) demokrasi, sekularisme, nasionalisme, dan kapitalisme ini. Mimpi kali! <strong>[solihin: <a href="http://www.studia-online.com/">www.studia-online.com</a>]</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arashirin.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arashirin.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arashirin.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arashirin.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arashirin.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arashirin.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arashirin.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arashirin.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arashirin.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arashirin.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arashirin.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arashirin.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arashirin.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arashirin.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arashirin.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arashirin.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arashirin.wordpress.com&amp;blog=2427619&amp;post=149&amp;subd=arashirin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arashirin.wordpress.com/2008/01/04/apa-warisan-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14f55720f60c27ba4d6958179025fdf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arashirin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
