Tahapan Kehidupan

Manusia melewati 3 fase kehidupan

Sebelum Kehidupan(PENCIPTAAN)–> Kehidupan Dunia(ADA PENGATUR) –> Sesudah Kehidupan(PENGHISAPAN) dapat->REWARD –> SURGA atau NERAKA

AL-KHALIK >< MAKHLUK

Pencipta berbeda dengan makhluk

Timbul pertanyaan dalam diri manusia

1. Siapa Al-Khalik?

Sehingga muncul sebuah jawaban

1. Menciptakan dirinya sendiri

2. Diciptakan oleh yang lain

3. Ada dengan sendirinya

Kalau khalik itu menciptakan diri sendiri berari dia dahulunya berasal dari ketiadaan. jawaban ini jelas tidak bisa diterima. Jawaban kedua diciptakan oleh yang lain juga tidak bisa diterima karna berarti ada yang menciptakan berarti Dia sama dengan makhluk. yang bisa diterima adalah jawaban yang ketiga yaitu ada dengan sendirinya. tidak diciptakan tidak menciptakan dirinya sendiri tapi Dia ada dengan sendirinya.

2. Kemudian Al-Khalik menurunkan Rasul

Kenapa harus diturunkan Rasul ? Rasul diturunkan adalah sebagai contoh dan teladan untuk manusia. Nabi dan Rasul itu berbeda tetapi jika Rasul sudah pasti diaadalah seorang nabi. Apa donk bedanya Nabi dan Rasul?

Rasul diangkat oleh Allah adalah untuk pembawa agama baru contohnya :

1. Musa Sa —> diberi kitab Zabur
2. Ibramin Sa —> diberi kitab Taurat

3. Isa Sa —> diberi kitab Injil

4. Muhammad Saw —> diberi kitab Al-Qur’an

Ketika Alqur’an diturunkan kepada nabi muhammad timbul pertanyaan?

1. Alqur’an itu buatan sapa?

a. Al-qur’an buatan orang Arab –> tidak ada orang arab yang bisa membuat syair seindah Al-Qur’an

b. Al-qur’am buatan Muhammad –> tidak mungkin karna muhammad tidak bisa tulis dan baca

c. Al-qur’an buatan Al-Khalik –> Iya

Nabi muhammad diturunkan bukan hanya untuk orang ARab tapi Rahmat semesta alam. Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk orang Arab tapi juga untuk rahmat seluruh alam.

Pertama sebuah kepastian yang nyata Nabi muhammad merupakan nabi terakhir itulah yang dikatakan oleh Allah dalam Al-Qur’an dan kalau saat ini ada yang mengaku2 sebagai nabi maka pengakuannya itu tidak berlandaskan dalil dan standart yang jelas dan merupakan sebuah kebohongan yang besar. jadi tidak aneh lagi kalaupun saat ini ada yang mengaku2 sebagai nabi karna zaman dahulu setelah nabi meninggal juga ada yang mengaku2 sebagai nabi. dan itu diberikan gelar sipendusta. Karna Allah sang Khalik telah memberi tahu dalam Al-Qur’an bahwa nabi terakhir adalah nabi muhammad saw penutup seluruh nabi.

Kedua Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan Allah untuk seluruh umat manusia. Dan Janji Allah Dia akan menjaganya sendiri Al-Qur’an tersebut. Jadi kalau saat ini ada seorangpun dibelahan bumi manapun berani untuk mengubah satu ayatpun dari Al-Qur’an maka itu pasti akan ketahuan. Itu janji Allah.

Maka tidak ada keraguan bagi kita untuk menerima nabi muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir dan Al–Qur’an sebagai kitab petunjuk terakhir yang kita patuhi untuk kehidupan kita didunia. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, pedoman hidup manusia didunia agar selamat sampai diakhirat. dengan memeberikan contoh melalui nabi muhammad saw. bagaimana cara ibadah yang Allah inginkan dan sukai contohnya ada pada nabi muhammad saw.

Al-Qur’an diturunkan secara setahap demi setahap tidak sekaligus sesuai dengan permasalahan yang ada pada zaman itu tapi secara global tidak hanya pada zaman itu tapi seluruh zaman. Al-Qur’an berbicara tentang sejarah, saat ini, dan yang akan datang.

Untuk detail dari Al-Qur’an karna Al-Qur’an membahas masalah global maka detail dari itu ada dalam As-sunnah yaitu hadist perkataan, perbuatan nabi muhammad saw. dan ijtihad para sahabat.

Alqur’an berbicara ttg akidah dan hadist yang kita pakai haruslah hadist Mutawatir

Tapi jika itu tentang syariat maka hadist yang dipakai : Hadist mutawatir dan hadist ahad.

Hadist Ahad ada beberapa tingkatan

1. Hadist Shahih

2. Hadist Hasan

3. Hadist Dhoif

Dalam kehidupan didunia ada 2 wilayah yang dikeuasai oleh Allah dan dikuasai oleh manusia tetapi wilayah yang dikuasai oleh manusia ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt sedangkan wilayah yang dikuasai oleh Allah tidak akan dimintai petanggungjawaban.

Wilayah yang dikuasai Allah disebut Qodo yaitu
1. Rizki –> Berapa rejekimu tidak akan dimintai pertangggungjawaban tapi bagaimana cara kamu mendapatkan rejeki itu dengan jalan halal atau haram itu yang akan dimintai pertanggungjawaban.
2. Ajal

Kenapa kamu meninggal tidak akan dimintai pertanggungjaaban. Tetapi akan ditanya apa sajayang telah kamu lakukan didunia semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.
3. Jodoh

kenapa jodoh kamu si A tidak akan dimintai pertanggungjawaban tapi bagaimana cara kamu mendapatkan jodoh itu. itulah yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Untuk wilayah yang dikuasai manusia contohnya makan, minum. Bagaimana cara mendapat makan itu maka akan dimintai pertanggungjawaban apakah dengan cara halal atau haram. Apa yang diminum halal atau haram.

Ibadah yang dilakukan itu harus sesuai dengan Syariat dan IKHLAS .

Ibadah itu ada terkait pada individu dan ada yang terkait dengan mu’amalah sosialisasi dengan lingkungan dan mengkaitkan banyak orang. contoh ibadah yang terkait individu yaitu berhubungan dengan shalat, puasa, pakaian, makanan ini hanya sekitar 20%. yang terkait mu’amalah sekitar 80% contoh ekonomi, perdagangan, pernikahan, dll. Untuk wilayah individu itu ada dalam kuasa masing2 individu. individu itu sendiri yang mengatur dan memilih. Tetapi jika itu menyangkut mu’amalah maka harus ada negara yang mengurus hajat hidup orang banyak dan masyarakat yang faham dan melaksanakan hukum&peraturan yang harus bersumber pada syariah islam yaitu peraturan yang Allah mau dan sukai yang telah Allah turunkan untuk umat manusia. Sehingga dapat menimbulkan kesejahteraan bagi hajat hidup orang banyak dan umat manusia. Jadi bukan pada hukum dan undang-undang yang dibuat oleh manusia. Karna setiap peraturan dan undang-undang yang dibuat manusia pasti akan menguntungkan bagi si pembuat peraturan tersebut dan undang2 tersebut. bukan pada seluruh umat manusia.

islam juga mengatur semua masalah yang terjadi di masyarakat. itu sebabnya islam juga memiliki sistem sanksi. agar semua hukum islam bisa dilaksanakan sesuai dengan perintah Allah. sanksi didalam islam mempunyai 2 fungsi yaitu jawabir dan jawazir (sebagai penebus dan penghalang bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: