Antara Fanatisme dengan Kesungguhan

Apakah ketika seseorang mengikuti studi di sebuah perguruan tinggi menjalankan setiap aturan2 yang ada didalamnya disebut sebagai orang yang fanatik??

Ataukah kata yang dipakai adalah kesungguhan?

Karna dia ingin menjalani perkuliahan dengan sebaik-baiknya sehingga jika ada tugas dari dosen dia mengerjakan sebaik2nya supaya mendapatkan nilai yang memuaskan dan tujuannya memperoleh ilmu itu untuk kemudian dia sumbangkan kepada orang yang tidak tau sehingga menjadi tau. sehingga jadilah ia sebagai orang yang bisa berbagi ilmu.

Apakah kita mengatakannya sebagai orang yang fanatik?

Mungkin lebih sering dikatakan sebagai kesungguhan?

Ketika ada seseorang yang mungkin dibilang alim. Menjalankan sesuatu yang menurutnya sebuah keyakinan. Orang2 mengatakannya sebagai orang yang fanatik. Apa bedanya klo gitu dengan seorang mahasiswa yang kuliah disebuah perguruan tinggi dengan mengikuti aturan2 yang ada.

Seseorang yang mungkin alim kita menyebutnya sebagai seorang yang fanatik. kenapa kata2 fanatik ini cenderung berkonotasi negatif???

Sungguh sebuah opini public yang sangat mendeskriditkan seseorang ketika dia bersungguh2 melaksanakan apa yang menurut dia sebuah kebenaran.

Sebuah kata yang bisa membuat seseorang dicap sebagai radikal, ekstrim, dll bahkan teroris. Sebelum kita menjust seseorang pada sebuah sifat tertentu/kata tertentu harusnya kita pahami apa inti dari semua itu.

Kalo seseorang atau kelompok disebut sebagai Radikal–> Apa sebenarnya Radikal itu sendiri??

Ketika seseorang menyebut sebagai Extrim–> Apa sebenarnya Exrim itu sendiri??

Dan ketika seseorang mengatakan Teroris –> Apa sebenarnya Terrorisme itu sendiri??

KEtika masing-masing kata ini kita telaah secara detail sampai tahap implementasi dari kata itu sendiri?? dengan memakai segala proses berpikir dan logika kita. kita bisa menilai apa yang sebenarnya fanatik, apa yang sebenarnya radikal, ekstrim dan teroris.

Jangan terjebak oleh opini public yang mengatakan sesuatu hal sebelum telaah lebih dalam. Karna opini public dapat menjelekan sesuatu yang belum tentu sebuah kejelekan dan dapat membenarkan sesuatu yang belum tentu sebuah kebenaran.

ARtinya dalam berpikir kita harus punya landasan yang benar dalam menilai sesuatu hal itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: