SEKULERISASI “PARTAI POLITIK ISLAM”

SEKULERISASI “PARTAI POLITIK ISLAM”
Sabtu, 03 Nopember 07 – oleh : umbara lubisPEMILU sudah deakat. Pesta demokrasi akan dilaksanakan. Parpolpun sedang menghimpun kekuatan dalam pemilu mendatang dengan kampanyenya. Pemerintahpun juga sedang mempersiapkan undang – undang pemilihan umum dan partai politik. Upaya dengan niat memperbaiki negeri ini ternyata menimbulkan banyak kontroverrsi. Baik dalam status parpol dan mekanisme pencalonan. Hal ini yang menyebabkan partai politk ‘berbasis’ Islam kesulitan dalam menempatkan posisinya di parlemen atau di masyarakat sendiri.
Hal ini diperkuat oleh data yang diperoleh LSI (Lembaga survey Indonesia) Lewat direkturnya, Syaiful Munjani mengatakan, kecenderungan masyarakat mendukung partai yang menjual doktrin-doktrin keagamaan kini stagnan, dan bahkan cenderung melemah. Dia mencontohkan partai yang berbasis Islam yaitu Partai Keadilan Sejahtera(PKS) dan Partai Persatuan Pembngunan (PPP) atau partai yang berbasis ormas Islam yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).(www.detik.com). Survei ini juga menyatakan bahwa pada parpol islam peserta pemilu ada yang meningkat melonjak respon masyarakat dan juga ada yang menurun ( PKS dengan PPP). Dalam diskusinya di salah satu media eloktronik swasta ia mengatakan bahawa partrai politik yang meningkat jumlah pendukungnya semata – mata hanya pindah partai saja, bukan menunjukkan pertambahan umat islam di indonesia yang setuju dengan syariat Islam diterapkan.
Nah, statistik ini menggambarkan bahwa tidak ada perubahan pada masyarakat memandang partai Islam peserta pemilu. Karena perpindahan suara dari partai islam yang satu ke partai islam lain juga terjadi pada pemilu 2004. ini di Istilahkan oleh Syaiful Munjani adalah “pagar makan tanaman”.
Walapun data ini hanya sebuah penilaian terhadap segelintir orang saja tetapi ini menjadi sedikit gambaran kepada kita bahwa partai politik Islam peserta pemilu sekarang memiliki PR banyak dalam perjuangannya.
Dari statistik ini kita tidak hanya dapat melihat bahwa identitas islam sekarang sudah mulai pudar di masyarakat, akan tetapi kita juga dapat melihat bahwa keinginan masyarakat terhadap syariat islam diterapkan melalui perpanjangan tangan parpol islam peserta pemilu sudah mulai berkuran.Paling tidak kita bisa melihat beberapa faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Baik faktor yang timbul dari internal partai itu sendiri ataupun ekternal yang memperngaruhi posisi ini. Yaitu :
1.Parpol Islam peserta pemilu melupakan identitasnya sebagai parpol Islam. Dengan bukti mereka tidak menjelaskan secara gambling bahwa Islam dapat menyelesaikan masyalah masyarakat sekarang ini. Mereka hanya menyampaikan islam sebahagian berdasarkan efektipitas kejayaan partai saja. Islam yang disampaikan pada masyrakat oleh partai politk tidak apa adanya, tetapi sudah bercampur dengan kepentingan parpol mereka sendiri. Salah satu contohnya isu penerapan syariat islam secara sempurna tidak pernah di gaungkan oleh parpol islam didalam parlemen. Mereka tidak menjelaskan kepada masyarakat bahwa system islam adalah system yang akan menggantikan system khufur yang dipakai oleh pemerintah sekarang. Ditambahlagi mereka hanya akan menyampaiakan istilah popular yang berkembang di masyarakat, yang ini mengakibatkan mereka mengalami deideologisasi.

2. masih mau berkompromi dengan parpol sekuler. Mereka kemudian terjerembab dalam dalam aturan main sekuerisme, sebagai asas partai sekuler (baca:PDS,PDI,Gokar dan Demokrat). Kita masih ingat bagaimana pemiihan presiden SBY sebagai Presiden tahun 2004 adalah hasil koalisi antara PKS dan Demokrat. Hal ini juga menyebabkan mereka selalu mengkompromikan idealisme islam dengan sekuler yang menyebabkan sebuah disoreientasi perjuangan.

Disamping pengaruh internal partai di atas, ada beberapa pengaruh ekternal partai yang terjadi. Yaitu :

1.Dari masyarakat,
Masyarakat apatis dengan berbagai apologi yang di lontarkan oleh parpol islam. Apologi yang hanya akan tercapai dengan system islam mereka sampaikan di system demokrasi ini. kemudian fakta yang terbalik terhadap kesejahteraan rakyatpun kunjung datang. Anekdot – anekdot ‘makan ga makan asal kumpul (nasionalisme)’ terus mengakar di masyarakat. Masyarakat sekarang di sibukkan dengan isu nasionalisme. Padahal kesejahteraan yang menjadi pengharapannya dan agenda utamanya. Seperti yang dikatakan, Hasim Muzadi ketua PBNU bahwa, NKRI final dengan panacasilanya. (www.nuonline.com). Ini sebenarnya yang terjadi di masyarakat.

2.Dari pihak asing dengan isu Demonologi Islam

Menarik yang di pernyataan ketua umum ikatan Dai indonesia (IKADI) Prof.DR.Achmad Satori Ismail “MUI sudah melakukan survei, ternyata aliran sesat yang akhir akhir ini cukup marak itu merupakan sekanario asing”. (Al – Islam/edisi 337). Hal ini juga senada apa yang dikatana oleh ketua FUI bahwa : Pemikiran akan keburukan gerakan islam terus di gemborkan oleh barat. Hal ini disampaikan saat FUI menggelar jumpa pers di kediaman salah seorang pengurus FUI, Ahmad Sumargono di Komplek Dokter, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (26/10/2007).”Ada upaya sistematis untuk merongrong kekuatan Islam,” ujar Mashadi.Mashadi juga mengecam penggunaan nama-nama yang berbau Islam oleh kelompok-kelompok yang sebenarnya sangat menyimpang dari ajaran Alquran dan Assunah. Kecerdikan asing dalam mempropaganda masyarakat indonesia menyebabkan masyarakat indonesia takut terhadap islam dan gerakannya.

3.Dari UU dan system Negara
Perencanaan anggota DPR RI (fraksi Golkar,PDI, dan partai Demokrat) menentukan asas tunggal bagi parpol adalah bukti bahwa pemerintah membuka peluang untuk Negara ini berdasarkan sekulerisme. Karena asas tunggal panacasila di anggap 3 fraksi tersebut tidak layak menjadi asas parpol. Ini dapat menyebabakan parpol islam akan terbatas geraknya dalam negeri ini. Ide syariat akan semangkin di lawan dengan legislasi peraturan pemerintah. Yang sebenarnya tidak lain dan tidak bukan hanyalah berpihak kepada partai sekuler saja. Di tambah lagi hokum yang diterapkan di negeri ini tidak mampu menjaga keyakinan umat islam di Indonesia. Terbukti ketika lia aminuddin dan usman roy belum bertobat atas kesesatannya ternyata suadh dikeluarkan dari sel. Dan sangasi 2 tahun penjara bagi pemimpin penyesatan islam Al qiyadah Islamiyah ini sebenarnya tidak cukup. Karena, kalaupun dilakukan maka hal sama akan terjadi seperti pimpinan lia eden. Apakah hokum ini berpihak kepada syariat islam, dengan mengangkat kembalui lia aminuddi dan usman roy kepenjara? Karena setelah keluarnya mereka dari penjara tidak sedikitpun aturan ini bias menjerat mereka ke penjara lagi. Padahal mereka belum insyaf. Jelas, sengaja atau tidak UU yang di negeri ini masih kurang berpihak kepada parpol islam dan keterbukaannya terhadap penerapan syariat islam.
Inilah jalan yang harus di lalui parpol Islam peserta di indonesia dalam upaya mensejahterakan rakyat dengan syariat islam banyak meghadapai tantangan dan kelemahan. Negera yang menjalankan ini sudah pasti akan selalu berupaya mempertahankan ideology negeri ini dengan sekenario – sekenarionya. Sekenario yang di bawa dapat melalui legeslasi hokum atau bahkan dari opini umum masyarakat. Semua ini adalah upaya ideology sekuler menguatkan posisinya di negeri ini, dengan upaya mendeskreditkan parpol islam di Indonesia. Dan pastinya ini akan berefek kepada gerakan yang sebenarnya tidak bermain di parlemen, atau ormas – ormas Islam. Dengan keyakinan yang kuat paling tidak ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh parpol islam peserta pemilu di parlemen yang kemudian dapat memperbaki kondisi ini. Yaitu :
parpol islam perserta pemilu seharusnya secara terang – terangan mengatakan bahwa islam adalah solusi negeri ini. Dan secara gambalang harusnya dijelaskan kepada semua komponen masyarakat islam apa adanya. Dan melakukan pembinaan kepada masyarakat agar terbentuk pemahaman islam yang sempurna. Agar masyarakat dapat menerima apa yang di perjuangkan oleh parpol islam peserta pemilu. Jelaskan bahwa sekulerisme adalah system yang harus di gantikan, karena telah terbukti kebobrokannya. Kemudian dalam pelaksanaan keseluruhannya Jangan berkompromi dengan sekulerisme, dan bongkarlah semua makar kapitalisme. Karena jika tidak demikian pasti akan terbawa alur sekulerisme dan jadilah parpol islam yang sekuler.

Penulis adalah katua Gema Pembebasan Sumut
Mahasiswa UMA Fakultas Fisikologi.
amirpembebasmedan@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: