Biometrik untuk Banyak Hal

Orang biasa berpikir bahwa biometrik adalah soal pemindaian pupil mata dan pembaca sidik jari. Namun, hal itu hanyalah bagian dari teknologi yang sesungguhnya dari biometrik. Dengan menyertakan aspek tingkah laku, ada potensi akurasi yang lebih besar.

Biometrik telah bergerak dari tontonan pada film thriller agen 007 ke dalam dunia komputer sehari-hari. Fitur biometric telah diintegrasikan ke dalam PDA Hewlett-Packard, ThinkPads IBM, dan peranti genggam dan laptop sebagai cara untuk mengamankan perangkat tanpa meminta user untuk mengingat sejumlah password untuk pengontrolan akses dalam berbagai tingkatan.

Penggunaan biometrik, sebuah metode verifikasi identitas individual, digambarkan seperti pola sidik jari atau bola mata, telah muncul karena meningkatnya kesadaran bahwa password adalah hal yang tidak dapat diandalkan untuk security.

Ketika akses jaringan membutuhkan verifikasi, password terbukti mudah diserang hacker, atau mudah diketahui secara luas. Banyak manager TI dapat menyampaikan rekening yang terdapat pada user’s desk dan melihat password mereka pada Post-It note stuck pada monitor mereka.

Password juga mudah terlupa, seperti yan dilaporkan oleh Gartner Group. Perusahaan riset tersebut menemukan bahwa panggilan untuk help desk yang berhubungan dengan password, turun hingga 30% dari biasanya, dan bahwa setiap penghapusan password, harus dibayar perusahaan dengan biaya antara US50 sampai USD150.

Dengan reputasi password yang dapat dicuri serta dilupakan, biometrik memiliki potensi untuk mengamankan jaringan dan data dengan cara mengambilalih tugas user yang serupa.

Mur dan Baut
Secara umum, ada 2 macam biometrik, perilaku dan psikologi. Terkadang, keduanya dapat dikombinasikan. Contohnya, sidik jari termasuk aspek psikologis, namun menurut Joseph Kim, Associate Director of Consulting pada International Biometric Group, cara seseorang menempatkan jari pada alat sensor merupakan aspek tingkah laku, karena sejumlah tekanan. “Biasanya orang berpikir tentang biometrick merupakan pemindaian pupil mata atau pembacaan sidik jari, namun itu hanya bagian dari teknologi,” kata Kim. “Dengan menyertakan aspek tingkah laku, ada potensi akurasi yang lebih besar.”

Pada sisi integrasi, IBM secara khusus menghadirkan pembacaan sidik jari ke dalam produk laptop-nya. Akhir 2005, perusahaan ini memperkenalkan ThinkPad T43, merek baru dengan mesin pembaca yang disambungkan ke security subsystem tertentu untuk menyediakan built-in security. Perusahaan tersebut mencatat bahwa ini merupakan cara investigasi yang dapat mengintegrasikan biometrik ke dalam semua merek produknya.

Rentang Produk
Pelanggan di Amerika masih menunggu kemampuan biometrik dalam telepon seluler dan jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya di dunia, terutama Asia. Di sana, telah terdpat lebih dari 4 juta telepon seluler biometrik, PC, laptop, dan perangkat lain yang digunakan, dengan adopsi cepat. Namun analis mencatat bahwa dibutuhkan kesadaran teknologi biometrik yang lebih besar di Amerika sebelum ada dukungan luas dari pengguna telepon seluler di sini.

Produk standalone dapat digunakan pada beberapa perangkat. Khususnya, sensor sidik jari menurun dari sisi harga ukuran. American Power Conversion (APC) memiliki salah satu harga pemindai sidik jari yang paling rasional, yakni USD50, dengan Biometric Password Manager-nya. Alat ini mendukung hingga 20 sidik jari berbeda pada satu sistemnya.

Para peritel telah mendorong meningkatkan penggunaan biometrik dengan produk seperti onClick’s DigiPad, yang merekam tanda tangan. Walaupun beberapa pedagang lainya mungkin percaya bahwa penandatanganan sebuah elektronik pad bisa diperbandingkan dengan catatan bank, sensor sebenarnya merekam biometrik tingkah laku, merekam kecepatan, tekanan, dan tipe penulisan, dibandingpenyimpulan tanda tangan.

Menyediakan secara bersama-sama
Pengintegrasian biometrik ke dalam sistem keamanan dalam lingkungan enterprise mungkin membutuhkan waktu dan pelatihan untuk persiapan penggunaannya. Namun secara umum hal ini tidak lah sesulit ketika membawa berbagai sistem operasi atau software bandingannya secara berbarengan.
“Saat biometrik bertambah seluas daerah tertentu, ada usaha dari para developer untuk memastikan bahwa hal itu terintegrasi dengan teknologi security lainnya,” kata Kim.

Yang paling khusus, beberapa mesin pembaca sidik jari dirancang untuk bekerja dengan traditional keycard reader yang terdapat pada beberapa pintu akses perusahaan. Alat ini melindungi perusahaan dari kerusakan perangkat yang ada dan melakukan penggantian. “Sekarang cukup mudah untuk menempatkan biometrik di puncak security ketimbang menghilangkan security dan memasukkan biometrik,” kata Kim, yang menitikberatkan Digital Defense sebagai pimpinan wilayahnya.

Untuk bidang ini, Digital Defense telah membuat produk yang menangani tentang kerentanan, namun juga mereduksi kelebihan yang ada dan melaksanakan aturan dan standard yang seharusnya. “Kami tentu percaya bahwa pengaturan security dan kerentanan yang ada, harus ditangani sebagai proses penanganan risiko dari pada fungsi TI yang berbasis sebuah proyek,” kata Joseph Cooper, chief executive officer pihak perusahaan.

Menurut Kim, sebuah teknologi biometrik yang tidak terintegrasi dengan baik dalam ruang korporat merupakan “facial recognition”. Walaupun kamera mungkin berada di posisinya sebagai “pengamat”, teknologinya belum cukup akurat untuk diteruskan atau digunakan untuk akses pegawai. “Dibutuhkan beberapa tahun untuk dapat dijalankan dengan benar-benar efektif , sehingga saat ini, itu merupakan satu-satunya cara yang dapat digunakan untuk mengakses sebuah database yang diketahui setiap orang dalam sebuah struktur yang ada dan mengakselerasikan prosesnya untuk keamanan. Secara umum, perusahaan harus menimbang masalah keamanan tersebut berhubungan dengan apakah penting membuang waktu dan uang untuk pengadaan sarana biometrik, pendidikan pegawai dan pemberian dukungan.

“Dalam lingkungan perusahaan, sebagian besar orang belum pernah melihat sebuah praktik bisnis yang menanamkan pengenalan sidik jari dalam 5,000 desktop, bahkan mungkin untuk 300 laptop,” kata Kim. “Integrasi lebih berupa nilai dari pada hasil.”

Masa depan yang cerah
Karena teknologi biometrik telah mulai menambahkan daya tariknya di pasar, memperoleh peningkatan dari integrasinya ke dalam perangkat, maka harga akan terus turun dan teknologinya terus juga berkembang.
“Banyak macam produk yang digunakan banyak orang dan banyak pula permintaannya,” kata Greg Fournier, product line manager pada APC. “Banyaknya orang yang mengimplementasikan biometrik, akan menjadikan harga chip tersebut turun dan memacu timbulnya inovasi.” Dibutuhkan pengembangan yang lebih banyak, sambung Fournier, karena beberapa tipe biometrik harus menguasai lompatan secara teknik. Seperti sekarang, tidak ada teknologi yang 100% akurat, dan “false negatives” menjadikan user frustrasi dalam mencoba mengakses data mereka. Namun lahan ini telah membuat langkah besar dalam kurun waktu beberapa tahun ini, ketika perusahaan membuat teknologi yang lebih efisien, akurat, dan murah. “Ini jelas merupakan langkah maju dengan membuat produk yang mudah digunakan,” kata Fournier. “Jika sesuatu itu mudah, murah, dan membuat data lebih aman, maka akan digunakan.”


Sumber/Oleh : Elizabeth Millard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: