Lebih Aman dengan Paspor Biometrik

Saudara, mungkin Anda telah mendengar, bahwa Amerika Serikat telah mensyaratkan paspor biometric, untuk warga negara lain yang ingin berkunjung ke Amerika. Tuntutan ini terutama ditujukan kepada 27 negara yang warganya bebas visa untuk memasuki wilayah Amerika. Nah, apa itu paspor biometric? Dan apa pula sebenarnya teknologi biometric ini? Mohamad Rizal Abdul Samad dari IDLink Systems, sebuah perusahaan Singapura yang menawarkan jasa yang menggunakan teknologi Biometrik, menerangkannya sebagai berikut.

“Teknologi Biometrik adalah sistem yang menggunakan bahagian tubuh manusia untuk pengenalpastian. Teknologi ini menggunakan bahagian tubuh manusia yang unik dan tetap seperti cap jari, mata dan wajah seseorang itu.”

Sampai saat ini, teknologi yang kerap digunakan adalah cap jari, sementara pengenalan iris mata atau titik khusus wajah belum banyak diaplikasikan. Mengapa demikian? Alasannya tidak lain karena factor ekonomis. Kembali Mohamad Rizal Abdul Samad dari IDLink Systems.

“Penggunaan cap jari adalah yang paling kerap digunakan untuk umum. Ini adalah kerana ia lebih commercial, dan ia mudah untuk digunakan untuk semua orang dari sistem pengenal pastian menggunakan wajah ataupun mata seseorang itu.”

Tapi Anda harus memastikan, saat mengunakan fasilitas pengenalan sidik jari, jari-jarinya tidak kotor, karena alat ini tidak akan mengenalinya. Jadi, mencuci tangan tidak hanya diperlukan sebelum makan, tapi juga sebelum menggunakan alat pencocokan sidik jari …

Penerapan teknologi biometric ini, sekarang diterapkan dalam paspor. Salah satu negara yang menyatakan sudah siap melaksanakannya, adalah Singapura, di mana mulai bulan Oktober tahun 2005, seluruh warga negara Singapura yang ingin masuk ke Amerika harus menggunakan paspor biometric. Paspor ini memuat data-data pribadi pemiliknya, seperti bentuk muka, sidik jari, dan bahkan pola selaput pelangi mata atau iris. Semua data ini, akan disimpan dalam sebuah chip memori yang termuat dalam paspor biometric. Dan yang lebih menarik, para pemilik paspor lama tidak perlu mengganti paspornya. Mereka hanya perlu menambahkan chip ini ke dalam paspor yang sekarang mereka miliki. Chip ini memang kecil ukurannya, bahkan bisa dipasang di handphone atau bahkan jam tangan.

Keamanan biometric telah sangat meningkat, dengan adanya pengetatan sistem keamanan negara-negara, terutama setelah peristiwa 11 September di Amerika. Industri keamanan biomentrik, yang pada tahun 2000 mendapatkan pemasukan lebih dari US$100 juta, diperkirakan akan mendapatkan peningkatan pendapatan menjadi US$5 milyar pada tahun 2010. Salah satu bidang yang mengalami peningkatan, adalah sistem pengenalan, seperti misalnya teknologi pencitraan wajah 3 dimensi. Dengan menggunakan sistem computer untuk memetakan titik-titik unik wajah, teknologi ini satu generasi lebih maju dibandingkan teknologi pengenalan yang sudah kita kenal saat ini, yaitu yang mengggunakan sidik jari dan pengenalan pola selaput pelangi mata atau iris. Hal ini seperti dikatakan oleh Kelly Richdale, pendiri dari A4 Vision, firma papan atas Amerika yang bergerak di bidang biometric.

“Di Singapura, Anda akan memiliki kartu yang memiliki fitur yang sama, yaitu karakteristik yang dapat dibaca oleh mesin, struktur data logikalnya di dalam chip itu memungkinkannya bisa digunakan di Eropa dan lain-lain, tapi dalam bentuk kartu. Jadi akan terasa lebih fleksibel.”

Saudara, seperti yang telah biasa kita dengar, kemajuan teknologi kadang memiliki kekurangan, atau mendatangkan kekhawatiran. Nah kekhawatiran yang timbul dari penggunaan teknologi biometric pada paspor adalah, paspor yang dikeluarkan oleh satu otoritas tertentu untuk penggunaan yang spesifik, dikhawatirkan menjadi terlalu fleksibel dan membuatnya kehilangan segi keamanannya. Misalnya, kalau tadinya paspor berupa satu buku kecil yang hanya digunakan untuk bepergian antar negara, kini karena bentuknya seperti kartu kredit bisa digunakan untuk hal lain-lain, misalnya pengenalan di kantor atau pembayaran, hal mana yang membuat seluruh data yang termuat dalam chip bisa dibaca oleh pihak di luar imigrasi. Namun kita pun tahu jawab atas semua hal itu, semuanya berpulang pada kita, mau memilih yang mana. Bagaimana dengan Anda?[aji: aji @ mediacorpradio . com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: